BANGKAPOS.COM -- Penemuan jasad Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan di dalam mobil dinas Toyota Innova hitam yang terparkir di area Bandara Juanda. SIdoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026) mengungkap fakta baru.
Dari pengecekan CCTV di loket parkir Bandara Juanda, ternyata ada sosok pria yang diduga membawa jasad Ruly di Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.
Hal ini diungkap kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima.
Dari CCTV itu terpantau seorang pria mengenakan masker wajah di kursi kemudi, sementara jok depan sisi kiri posisinya direbahkan.
"Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari kursi pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri direbahkan, di situ tempat duduk jenasah dalam posisi kaki menekuk," jelas Risang.
Risang menduga Ruly dibawa ke Bandara Juanda sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Dugaan kami, Ibu Ruly saat dibawa masuk ke bandara sudah dalam keadaan meninggal. Jadi memang sengaja dibawa masuk dan dibuang di bandara bersama mobilnya. Wajah sopir pakai masker pada CCTV loket parkir masuk bandara, tetapi wajah (sopir) nya jelas di CCTV saat berada di Malang," ungkapnya.
Baca juga: Sosok Jasad Wanita Membusuk dalam Mobil Plat Merah di Bandara Juanda Terungkap, ASN Pemkab Bangkalan
Risang lalu membeber rentetan peristiwa sebelum Ruly ditemukan tewas di Bandara Juanda.
Dijelaskan, Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan ini meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) pagi.
Ruly sempat video call dan share lokasi dengan keluarganya, sebelum akhirnya hilang kontak pada Sabtu siang.
"Ibu Ruly meninggalkan rumah pada Kamis pukul 10 pagi, pada malam harinya masih sempat share lokasi di Pujon (Malang) dan video call dengan keluarga. Bahkan pada kesokan pagi hari (Sabtu), masih kontak dengan suami dan sudah lost contact pada Sabtu siang," papar Risang.
Terputusnya jaringan komunikasi almarhumah membuat keluarga resah setelah segala upaya untuk mencari keberadaan almarhum Ruly tidak membuahkan hasil dalam tiga hari terakhir.
Kepanikan mulai menjalari nadi anggota keluarga setelah mengetahui bahwa selain ponselnya sudah tidak aktif, Ruly sudah tidak ngantor sejak Kamis (18/6/2026).
Padahal pada malam sebelumnya, Rabu (17/6/2026), almarhumah masih terlihat di Pendapa Agung Bangkalan dalam pisah sambut Dandim 0829.
"Hari Selasa, keluarga sudah berniat melapor ke pihak kepolisian tentankeberadaan Ibu Ruly, namun diptuskan menunggu sehari lagi. Akhirnya keeskan harinya (Rabu kemarin) pukul 11.30 WIB, mobilnya ditemukan di bandara. Kondisi jenasah sudah mengalami pembusukan lanjut," terang Risang.
Terkait hal ini polisi telah menyita barang bukti lain di antaranya ponsel dan tas korban.
Pesan Terakhir Ruly
Terungkap pesan terakhir Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas M 1090 GP yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo.
Pesan terakhir itu diucapkan kepada anak semata wayangnya saat komunikasi via video call pada Kamis (18/6/202).
Ceritanya, pada Kamis pagi, Ruly beraktivitas seperti biasanya.
Dia berangkat kerja dari rumah ke kantor Dinas PRKP di komplek perkantoran Pemda Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, yang hanya berjarak lima menit.
Karena sudah aktivitas rutin, dia tidak pamit kepada anggota keluarganya.
"Kamis (18/6/2026) jam 10 pagi keluar rumah, tidak pamit, keluar saja dan dianggap kerja seperti biasanya," ungkap Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: Hilang Kontak Sejak Sabtu, Kronologi Pejabat Bangkalan Membusuk dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Baru, pada Kamis malam, Ruly menghubungi anak semata wayangnya untuk pamit ada urusan di Malang.
Bahkan saat itu dia sempat share loc di sebuah toko buah di Pujon, Kabupaten Malang.
Kepada anak lelaki yang sudah menapaki semester IV pendidikan tinggi, almarhumah Ruly disebut Risang berpesan agar sementara tinggal sementara bersama neneknya.
"Mereka tinggal berdua di Perumahan Lavender, almarhumah bilang akan kembali dari Malang pada Sabtu," ungkap Risang.
Ruly kemudian menghubungi adiknya melalui video call pada malam Sabtu, membahas urusan pakaian untuk keperluan wisuda adiknya.
Itu lah komunikasi terakhir Ruly dengan keluarganya sebelum dinyatakan hilang dan akhirnya jasadnya ditemukan di dalam mobil yang terparkirdi Bandara Juanda, Sidoarjo.
Ada Luka Robek
Namun, dari informasi awal yang didapat Risang menyebut ada luka robek di telinga kiri.
"Keterangan dari rumah sakit berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ada luka robek di telinga kiri akibat benturan benda tumpul," ungkap Risang.
Hal ini menambah keyakinan pihak keluarga bahwa Ruly meninggal tidak wajar.
Apalagi sejumlah perhiasan yang biasa dikenakan juga raib.
"Perhiasan kalung dan gelang juga tidak ada, cincin yang tersisa hanya di jari manis jemari tangan kiri," papar Risang
Padahal, lanjut Risang, almarhum dikenal sebagai sosok yang baik, senang memakai perhiasan emas, a preng-krempeng (penuh perhiasan) di jemari, kedua telingan, hingga di lengan.
"Cuci piring di rumah tetap pakai perhiasan, semua tahu alhamarhumah begitu," katanya.
Namun ketika jasadnya ditemukan dalam kendaraan mobil dinas atau menjelang dilakukan tindakan autopsi, Risang menyebutkan bahwa perhiasan anting di telinga kirinya tidak ada dan menyisakan perhiasan anting di telinga sisi kanan.
Dipastikan Tidak Hamil
Risang membantah korban meninggal dunia dalam keadaan hamil.
Menurut Risang, banyaknya cairan di bawah mobil korban bukanlah cairan darah. Tetapi, merupakan cairan pembusukan dari tubuh korban.
"Kami pastikan tidak hamil, namun kami juga akan menunggu hasil otopsi dari forensik," ujar Risang, Kamis (25/6/2026).
Doa juga mengatakan, kondisi bengkak di tubuh korban saat ditemukan merupakan pembengkakan yang terjadi akibat proses pembusukan lanjut. Apalagi, korban diduga selama empat hari berada di dalam mobil tanpa adanya ventilasi.
"Korban mengalami pembusukan lanjut, bahkan dari pembengkakan itu membuat jenazah sulit dikenali," ungkapnya.
Pasca temuan tubuh korban itu, petugas langsung melakukan evakuasi dan membawa tubuh korban ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
"Tadi malam juga sudah dilakukan otopsi, namun untuk hasilnya kami masih menunggu proses rampung," katanya.
Setelah proses otopsi selesai, jenazah lalu dibawa pulang oleh keluarga pada Kamis dini hari. Jenazah RYS lalu dimakamkan di Bangkalan.
"Kami juga mewakili pihak keluarga, meminta maaf jika selama ini almarhumah ada salah," ujarnya.
Jenazah Tiba di Rumah Duka
Setelah diautopsi lengkap, jenasah Ruly tiba di rumah duka Perumda Kota Bangkalan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Kegiatan autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoajo yang dimulai pada Sabtu (24/6/2026) pada pukul 16.00 WIB, berakhir pada pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Profil Ginka Febriyanti Ginting, Dulu Terseret Demo Bayaran Kini Jadi Komisaris PT Pertamina Retail
Isak suara tangis terdengar lirih menelusup dinginnya hawa dini hari Gang Flamboyan, Perumda yang tampak lengang dan sunyi.
Mobil jenasah ambulan yang diikuti satu mobil hanya menyalakan lampu rotator dan berhenti di bawah terop duka depan rumah nomor 18 menghadap ke arah Selatan.
Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya yang turut mengantarkan jenasah sejak dari RS Puedik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, mengungkapkan, pihaknya beserta keluarga almarhumah sudah diminta keterangan oleh Polres Sidoarjo atas perkara kematian Ruly.
"Kami dan keluarga mendapatkan informasi dari media sosial sekitar pkul 11.30 WIB, ada mobil dinas yangg biasa dipakai krban ditemukan di bandara (Juanda) dalam keadaan banyak darah berceceran. Kami menghubungi Polres Sidoarjo, Polsek Sedati uuntu mengkonfirmasi hal itu, ternyata di sana sudah ada tim inafis di TKP," ungkap Risang.
Detik-detik Penemuaan Jasad Ruly
Ruly meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova warna hitam dengan nopol M 1090 GP.
Dia ditemukan pada Rabu sekira pukul 11.30 WIB oleh warga yang melintas di dekat mobil yang sedang terparkir di jalur menuju terminal 1 Bandara Juanda di Sidoarjo tersebut.
Kecurigaan warga bermula dari bau tidak sedap yang tercium di sana.
Sejumlah driver taksi yang berada di sekitar lokasi juga curiga setelah melihat adanya cairan tidak normal keluar dari kendaraan berpelat merah itu.
Ketika didekati dan dilihat melalui kaca jendela, mereka mendapati seorang perempuan berada di dalam mobil dalam kondisi tidak bergerak.
Perempuan itu terlihat mengenakan pakaian berwarna kuning dan berjilbab.
Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dengan tubuh tampak membengkak dan bagian perut terlihat membesar.
Tak lama berselang, petugas kepolisian pun tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah serta mengamankan area sekitar. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab kematian korban.
“Memang benar ada penemuan jenazah di dalam mobil. Korban sudah dievakuasi, dan dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto.
Baca juga: Tampang Tato Wajah Taufik Hidayat di Tubuh Wanita yang Disekap 3 Tahun di Kos Bandung
Di sisi lain, proses evakuasi terhadap korban yang berada di dalam mobil itu berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di dalam kabin mobil yang sempit. Petugas harus membuka akses secara hati-hati agar tidak mengubah kondisi di lokasi kejadian maupun barang bukti.
Evakuasi yang juga melibatkan tim Basarnas Surabaya itu butuh waktu sekira 30 menit sebelum jenazah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Petugas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Mohon waktu. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga sudah mengamankan lokasi, serta berusaha mengumpulkan sejumlah keterangan terkait peristiwa ini,” kata Humas Polresta Sidoajro AKP Tri Novi Handono.
(Surya.co.id/Ahmad Faisol/Tribunnews.com/TribunJatim.com/Bangkapos.com)