BREAKING NEWS - Kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto Digeruduk Massa, Diduga Tipu Ratusan Pensiunan
Rustam Aji June 26, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Ratusan massa yang terdiri dari nasabah, pensiunan PNS, hingga keluarga korban menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto pada Jumat (26/6/2026). 

Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak manajemen terkait dugaan skema kredit fiktif yang dinilai merugikan para lansia hingga ratusan juta rupiah.

Massa mendesak pihak bank segera membatalkan akad kredit yang dinilai cacat hukum dan mengembalikan hak gaji pensiun para korban yang kini ludes dipotong otomatis oleh sistem bank.

Mereka menilai kasus ini tidak bisa hanya dilimpahkan sebagai kesalahan oknum, melainkan sebuah bentuk kejahatan korporasi yang terstruktur.

"Kami menganggap ini sebagai kejahatan korporasi. Harapan kami hak-hak korban dikembalikan dan kredit dibatalkan. Sekarang bapak saya sudah tidak menerima gaji pensiun lagi karena habis untuk membayar angsuran," cetus Fiki, salah satu perwakilan keluarga korban saat ditemui di sela-sela aksi.

Fiki membeberkan kronologi memilukan yang menimpa sang ayah, S (60), seorang pensiunan PNS asal Kecamatan Cilongok.

DEMO MANDIRI TASPEN - Ratusan massa yang terdiri dari nasabah, pensiunan, hingga anak cucu korban menggeruduk kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Jumat (26/6/2026). Mereka menuntut pihak bank bertanggung jawab atas dugaan kasus penipuan yang menimpa para nasabah serta membatalkan skema kredit yang dinilai merugikan korban.
DEMO MANDIRI TASPEN - Ratusan massa yang terdiri dari nasabah, pensiunan, hingga anak cucu korban menggeruduk kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Jumat (26/6/2026). Mereka menuntut pihak bank bertanggung jawab atas dugaan kasus penipuan yang menimpa para nasabah serta membatalkan skema kredit yang dinilai merugikan korban. (Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati)

Pada April 2025, ayahnya berniat mengurus administrasi di bank tersebut. S yang memiliki keterbatasan penglihatan kemudian diarahkan oleh sekuriti untuk menemui oknum pegawai bank bernama Dika—yang kini dikabarkan telah berstatus tersangka.

Nahas, korban justru dimanipulasi untuk menandatangani berkas pinjaman jumbo senilai Rp210 juta dengan tenor 17 tahun, lengkap dengan proses verifikasi panggilan video bersama atasan pelaku. Tragisnya, dari total nilai kredit fiktif tersebut, keluarga korban hanya menerima dana bersih sebesar Rp20 juta.

Baca juga: Demo Ratusan Nasabah di Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Dihadapi Kepala Cabang

Desak Pembatalan Skema Kredit Cacat

Sejak pagi hari, para peserta aksi membentangkan spanduk bernada kecaman keras di depan kantor cabang. Beberapa tulisan di antaranya berbunyi, "Mandiri Taspen Harus Bertanggung Jawab dan Batalkan Skema Kredit Nasabah", dan "Stop Alihkan Tanggung Jawab ke Oknum, Penipuan Terjadi di Bank".

Massa menegaskan bahwa seluruh rangkaian transaksi haram tersebut terjadi di dalam area kantor resmi, menggunakan formulir resmi, serta berlangsung pada jam operasional perbankan. Atas dasar itulah, nasabah menolak keras jika pihak manajemen lepas tangan atas bergulirnya kasus penipuan Bank Mantap Purwokerto ini.

Tanggapan Pihak Bank Mandiri Taspen Purwokerto

Menanggapi gelombang protes dan tuntutan pembatalan skema kredit fiktif pensiunan tersebut, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Puguh Setiaris Wicaksono, langsung menemui massa aksi. Ia menyatakan rasa empati yang mendalam atas kerugian dan keresahan yang dialami oleh para nasabahnya.

Kendati demikian, Puguh menegaskan bahwa kebijakan institusi saat ini adalah tetap memprioritaskan dan menghormati jalannya penyelidikan aparat penegak hukum.

Baca juga: 120 Pensiunan Ancam Duduki Bank di Purwokerto, Buntut Penipuan Eks Karyawan Rp25 Miliar

"Saya merasa empati, tapi kita hormati proses yang sedang berlangsung. Semua harus sesuai dengan mekanisme kepolisian," ujar Puguh singkat di hadapan massa yang memadati halaman bank.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.