Jakarta yang sedang berulang tahun ke-499 memiliki sejarah panjang dan menjadi daya tarik wisata. Salah satu kawasan bersejarah dan diminati turis adalah pecinan di Pancoran Glodok.
Founder SANA Kenal Kota, Abimantra Pradhana, mengatakan kini eksplorasi kawasan urban menjadi sebuah wisata yang tengah naik daun. Terlebih Kota Jakarta ini menyimpan banyak daya tarik bagi wisatawan.
"Semakin banyak masyarakat urban yang memilih mengeksplorasi sudut-sudut kota yang mungkin selama ini terlewatkan, memburu hidden gem menjadi suatu atraksi tersendiri. Sehingga mencari liburan yang berkesan tidak lagi identik dengan perjalan jauh, tetapi juga bisa dengan menentukan tempat dengan cerita, karakter, dan nilai budaya serta sejarah yang unik," kata Abi saat memimpin walking tour kawasan Pancoran Glodok, Kamis (25/6/2026).
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini wisatawan cenderung domestik cenderung memilih perjalanan jarak dekat dengan durasi yang singkat, rata-rata tiga malam saja.
Kawasan pecinan Glodok. (Muhammad Reevanza/detikfoto)
|
Abi yang juga penulis buku itu menjelaskan bahwa tren perjalanan singkat didorong karena akses yang mudah, terutama ketika berbicara tentang Jakarta. Misalnya, moda transportasi yang beragam dan terjangkau juga jadi salah satu poin masyarakat dalam mengakses suatu destinasi.
"Kenapa tren deket-deket ini atau wisata dalam kota itu semakin berkembang? karena aksesibilitas. Aksesibilitas itu apa? Bagaimana kemudahan warga itu untuk menempuh satu titik atau berjalan kaki dan bergerak di dalam kota," kata dia.
"Jadi kita lihat perkembangan 5-6 tahun terakhir munculnya MRT, semakin meluasnya jaringan TransJakarta, dan sekarang melihat MRT itu sedang dibangun sampai Kota Tua. Jadi bayangin tiga tahun lagi kita bisa ke Glodok cuma naik satu kali MRT," dia menambahkan.
Abi meyakini bahwa tren tersebut akan terus berkembang seraya dengan aksesibilitas yang terus ditingkatkan. Kemudian menyoal daya tarik, Abi menyebut suatu kawasan menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan karena ada sesuatu yang bisa dinikmati seperti kuliner, budaya, dan atraksi lainnya.
"Budaya itu baik sejarahnya, musiknya, merchandise-nya, dan yang ketiga yang menarik ini muncul , jadi orang tuh ke satu kota bukan lagi belanja tapi untuk lari maraton," ujar Abi.
"Itulah yang menarik mungkin di Indonesia, bahkan untuk ke depannya bahwa olahraga itu menjadi sebuah titik awal atau gerbang masuk wisatawan atau wisata itu berkembang," dia menambahkan.






