Tak Lagi Sekadar Hafal Rumus, Guru Matematika Didorong Terapkan Pembelajaran Berbasis HOTS
Muhamad Syarif Abdussalam June 26, 2026 01:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perubahan pola asesmen pendidikan yang semakin menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mendorong perlunya penguatan kompetensi guru. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Islam Bandung (Unisba) menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kabupaten Sumedang menggelar pelatihan pengembangan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan pendampingan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Ketua Tim PkM Unisba, Yurika Permanasari, mengatakan tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

"Pembelajaran matematika harus bergerak dari sekadar menghafal rumus menuju pembelajaran yang melatih penalaran dan kemampuan menyelesaikan masalah. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan yang kami laksanakan bersama MGMP," ujarnya, dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Penguatan Strategi Pembelajaran dan Pendampingan Siswa dalam Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika SMA Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6/2026). 

Menurut Yurika, kemampuan bernalar menjadi aspek penting yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen pendidikan, termasuk TKA yang kini semakin menekankan kemampuan analisis dibanding hafalan.

Dia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, para guru mendapatkan materi mengenai karakteristik Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengembangan soal berbasis HOTS, literasi numerasi, hingga penerapan berbagai model pembelajaran inovatif.

"Beberapa pendekatan yang diperkenalkan antara lain Problem Based Learning (PBL), Contextual Teaching and Learning (CTL), serta Discovery Learning (DL)," imbuhnya. 

Tak hanya menerima materi, peserta juga mendapat kesempatan menyusun perangkat pembelajaran serta bank soal TKA yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

Selain menyasar peningkatan kompetensi guru, program ini juga memberikan pendampingan kepada siswa melalui simulasi dan latihan TKA. 

Keunikan program ini terletak pada integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. 

"Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras atau ikhtiar, serta semangat menuntut ilmu diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik siswa," katanya. 

Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Sumedang, Roni Cahyadi menyebut, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala SMA Yadika Sumedang, Sukma Yulianti, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi guru maupun siswa.

"Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi para guru mengenai strategi pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa," katanya. 

Di sisi lain, kata dia, pendampingan yang diberikan kepada siswa menjadi bekal yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan kesiapan mereka menghadapi TKA. 

"Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata di kelas dan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara sekolah, MGMP, dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus mempersiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.