Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengalaman unik dan tidak biasa dialami seorang kurir J&T Cargo saat mengantarkan paket ke Kampung Tegalame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (24/6/2026) sore.
Kurir bernama Viki Ramdani itu mengaku tidak menyangka alamat tujuan paket yang dibawanya ternyata tercantum atas nama Taufik Hidayat (30), pria yang saat ini menjadi sorotan setelah terjerat kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29).
Baca juga: Di Balik Penangkapan Taufik Hidayat: Sempat Niat Kabur ke Sumatra hingga Mau Akhiri Hidup
"Ketika dicek lagi alamatnya, dan saya bandingkan dengan yang di media sosial, kok mulai aneh. Saya menanyakan ke teman saya, yang sama mengantar paket di daerah sana juga, tapi dia tidak tahu," ujarnya saat dihubungi via telepon, Jumat (26/6/2026).
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, Viki turun dari kendaraan dan mencoba bertanya kepada warga sekitar. Pasalnya, paket yang dibawanya berukuran cukup besar sehingga perlu memastikan posisi rumah penerima terlebih dahulu.
Namun di luar dugaannya, respons warga berbeda setelah Viki menyebutkan nama Taufik Hidayat. Warga terkejut dan mengira bahwa dirinya merupakan anggota intelijen dari kepolisian yang saat itu tengah menyamar sebagai kurir paket.
"Saya bertanya ke warga 'kalau disini, barang kali ada nama Taufik?'. Warga menjawab 'Taufik mana?'. Saya bilang 'Taufik Hidayat', disitu warga kaget denger saya ngomong itu. Mereka langsung bilang kalau Taufik sudah ditangkap," katanya.
"Warga spontan bilang sudah ditangkap kemarin, mereka ngira saya Intel nyamar. Saya langsung bilang saja, saya mau nganter paket. Mereka ketawa, dari situ saya percayai paket ini milik pelaku, soalnya cuma ada satu nama Taufik di sana," ucapnya.
Baca juga: Motor Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan di Bandung Digeledah, Polisi Temukan Golok hingga Pelat Palsu
Namun meskipun begitu, kata Viki, dirinya tetap mencoba mencari alamat sesuai yang tertera di paket. Sayangnya, lantaran nomor telepon penerima juga tidak tercantum dalam sistem, dirinya tidak bisa melakukan konfirmasi seperti pengiriman umumnya.
Diketahui, paket yang dibawa Viki tersebut merupakan barang berukuran besar berupa kulkas satu pintu merek Polytron. Barang itu diketahui juga berstatus pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD) dengan nilai sekitar Rp1,6 juta.
"Kulkas sempat dituruni dulu untuk ngecek alamat jelasnya di mana. Tapi emang, engga langsung dibawa ke lokasi, soalnya barang besar. Tapi tahu orangnya engga ada, soalnya keluarganya juga tidak ada, ya sudah diangkut lagi," ujarnya.
Lebih lanjut, Viki tidak mengetahui kapan tepatnya pesanan tersebut dibuat. Sebab, dalam sistem pengiriman hanya terlihat paket berasal dari toko di wilayah Karawang dan masuk ke proses distribusi beberapa hari sebelumnya.
"Kalau bener ini pelaku (Taufik) berarti mesen sebelum ditangkep. Kalau enggak, mungkin mesen sudah lama, tapi barangnya ketahan di gudang, baru sekarang kekirim. Atau juga bisa saja ini barang fake order gitu," ucapnya.
Selama bekerja sebagai kurir kurang lebih tiga tahun, pengalaman ini cukup membuatnya terkejut. Namun, tetap saja pengalaman ini membuat dirinya kerepotan karena harus mengangkut barang berukuran besar yang akhirnya tidak bisa dikirimkan.
"Akhirnya, kulkas di bawa lagi ke gudang. Sekarang juga baru mau di retur lagi ke tokonya. Paling, keterangannya 'yang bersangkutan tidak bisa dihubungi' atau 'yang bersangkutan tidak ada'. Tapi tetap bisa di retur lagi ke toko," ujarnya.
Baca juga: Kenapa Taufik Hidayat Tega Sekap dan Siksa YTR? Keluarga Korban Berharap Motifnya Segera Terungkap
Diketahui, Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR (29), wanita asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil diamankan kepolisian pada Selasa (23/6/2026). Saat ini Taufik sedang berada di Mapolda Jawa Barat untuk selanjutnya diperiksakan lebih lanjut agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.