Lionel Messi terus menantang hukum fisika dan waktu di Piala Dunia 2026, membuat para mantan rekan setimnya tak berhenti kagum dengan daya tahannya. Saat sang bintang veteran memimpin perjuangan Argentina untuk meraih gelar dunia kedua secara beruntun, bintang muda Spanyol Pedri mengungkapkan alasan mengapa mantan rekan setimnya di Barcelona itu masih menjadi pemain paling berpengaruh di dunia pada usia 39 tahun.
Pedri memuji bakat unik Messi
Meskipun usia terus bertambah, Messi tetap menjadi pusat perhatian dunia sepak bola, terutama karena ia terus memecahkan rekor selama turnamen Piala Dunia 2026. Pedri, yang pernah berbagi ruang ganti dengan peraih delapan Ballon d’Or itu pada musim 2020-21, menyaksikan aksi terbaru sang kapten Argentina dengan rasa kagum yang tak asing baginya. Menjelang laga penting Spanyol melawan Uruguay di babak grup, gelandang tersebut menegaskan bahwa usia tidak mengurangi ketajaman Messi.
Dalam wawancaranya dengan DSports, Pedri — yang memenangkan Copa del Rey bersama Messi di Camp Nou — menyampaikan kekagumannya terhadap sang penyerang legendaris. “Saya beruntung bisa bermain dan berlatih bersamanya, dan saya banyak menikmati serta belajar darinya. Sekarang, ya, saya tetap sangat menikmati melihatnya bermain,” ujar pemain asal Spanyol itu.
Rahasia ketahanan Messi
Sementara banyak pemain mengandalkan kemampuan fisik yang lambat laun menurun, gaya bermain Messi telah berevolusi dengan menekankan pada pemahaman ruang dan waktu yang luar biasa. Pedri menuturkan bahwa saat melihat pemain berusia 39 tahun itu di televisi, terlihat jelas bagaimana ia mengendalikan permainan melalui kecerdasan, bukan sekadar kecepatan. Visi permainan yang membantunya mendominasi Eropa selama dua dekade kini menjadi senjata utamanya di panggung dunia di Amerika Utara.
“Saya rasa, sering kali ketika Anda menonton pertandingan di TV dan memperhatikannya, ia selalu melihat ke mana ruang kosong berada atau di mana ia bisa menerima bola sendirian, karena dalam hal kualitas, ia sungguh luar biasa, lebih dari semua yang lain. Ia melihat sepak bola sedikit lebih cepat dari pemain lain dan tahu di mana harus berada untuk mencetak gol,” lanjut Pedri. Ia menyimpulkan tentang sang peraih delapan Ballon d’Or itu: “Saya pikir apa yang ia lakukan di usianya sekarang, hanya dia yang bisa melakukannya.”
Memecahkan rekor di Piala Dunia
Penampilan Messi di turnamen kali ini benar-benar bersejarah. Ia memimpin lini depan Argentina dengan mencetak seluruh lima gol tim sejauh ini — tiga di antaranya ketika mencetak hat-trick melawan Aljazair dan dua gol lainnya saat menghadapi Austria. Kontribusi tersebut bukan hanya spektakuler tetapi juga krusial dalam memastikan Argentina lolos ke babak gugur untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada tahun 2022.
Secara statistik, bintang Inter Miami itu kini berdiri di level tersendiri. Dengan total 18 gol, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia juga memegang rekor kemenangan terbanyak (18), jumlah pertandingan terbanyak (28), serta menit bermain terbanyak (2.489) di ajang tersebut.
Potensi pertemuan di fase gugur
Seiring berjalannya turnamen, jalan kedua mantan rekan setim itu bisa saja bertemu. Argentina akan menutup fase grup mereka melawan Yordania pada hari Sabtu di Stadion Dallas, sementara Spanyol akan menghadapi Uruguay di Stadion Guadalajara, Meksiko. Setelah menang 4-0 atas Arab Saudi dan bermain imbang melawan Tanjung Verde, tim Pedri berada di posisi yang baik untuk melangkah jauh.
Bergantung pada hasil undian babak gugur, Spanyol dan Argentina berpotensi bertemu di semifinal atau bahkan final. Pertemuan seperti itu akan mempertemukan Pedri langsung dengan idolanya. Untuk saat ini, pemain muda Spanyol tersebut tetap menjadi pengagum sosok yang terus membuat hal mustahil tampak mudah. Baik di Barcelona maupun di pentas dunia, satu hal tetap pasti: Messi masih melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mungkin dilakukan pada usia 39 tahun.