Yuvita Bongkar Alasan Taufik Hidayat Menyiksanya 3 Tahun, Korban Sampai Cacat hingga Kepala Membusuk
khairunnisa June 26, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Yuvita Tri Rezeki (29) menceritakan berbagai penyiksaan yang ia terima dari Taufik Hidayat selama tiga tahun.

Imbas dari penganiayaan berat tersebut adalah Yuvita mengalami cacat permanen di bagian mata hingga tubuhnya penuh luka.

Bahkan kepala Yuvita sampai membusuk akibat mendapatkan penyiksaan kejam dari Taufik.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan dan penyekapan yang dialami Yuvita selama tiga tahun tengah ramai diperbincangkan.

Sang pelaku, Taufik Hidayat akhirnya berhasil ditangkap penyidik Polda Jabar setelah berhari-hari jadi buronan.

Usai Taufik diamankan kepolisian hingga resmi ditetapkan sebagai tersangka, Yuvita kian terbuka.

Kepada sang kakak ipar, Melanie, Yuvita menceritakan awal mula ia disiksa oleh Taufik Hidayat tiga tahun lalu.

Cerita yang diungkap Yuvita itu pun diurai kembali oleh Melanie saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Awalnya ayah Yuvita, Irin menjabarkan bagaimana pilunya kondisi sang putri tercinta setelah disiksa oleh Taufik Hidayat selama puluhan bulan.

Saat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, kondisi Yuvita memprihatinkan. 

Kepala Yuvita membusuk dan dipenuhi belatung dan nanah.

Telinga serta matanya pun terluka parah hingga nyaris tak berbentuk.

Sementara bibir atasnya hilang, kondisi wajahnya dipenuhi luka lebam dan sayatan.

Miris melihat kondisi sang putri, Irin pun menahan tangis.

Hingga akhirnya Irin lega melihat keadaan Yuvita sekarang yang sudah jauh membaik.

Meski begitu, di beberapa bagian wajah dan tubuh Yuvita masih terdapat luka parah.

Mendengar cerita dari keluarga korban, Dedi Mulyadi meringis bak ngeri.

"Sekarang udah sembuh, sebagian dijahitin semua. Ini di sini (telinga) masih bolong tapi udah kering enggak keluar (nanah). Cuma kuping ini yang satu kan bekas pemukulan jadi tulang-tulangnya udah rapat," ungkap Irin.

"Kupingnya nempel karena?" tanya Dedi Mulyadi.

"Karena sering dipukul, di sini kan rada memar," kata Irin.

"Karena sering dipukul jadinya (telinga) nempel? ya Allah," pungkas Dedi Mulyadi.

Selain kepala membusuk dan bibir hilang, Yuvita juga mengalami patah di bagian hidung dan rahang.

Kondisi Yuvita yang terluka parah itu adalah akibat perbuatan keji Taufik.

Diakui Yuvita, ia sering dipukul menggunakan berbagai macam benda oleh Taufik sejak tiga tahun lalu.

"Tulang rahang kan katanya sempat patah tapi nyambung lagi kata dokternya jadi sekarang kaku. Kemarin sih bilangnya gitu," ujar Melani.

"Patah dipukul tangan atau helm?" tanya Dedi Mulyadi.

"Katanya banyak lah (Taufik) mukulnya, pertama pakai helm, kursi juga pernah, pakai tangan, pakai gantungan besi," imbuh Irin.

Baca juga: Kronologi Lengkap Penangkapan Taufik Hidayat, Siasat Cerdik Kanit Reskrim dan Dadang Pancing Pelaku

Alasan penyiksaan

Bak bergidik mendengar cerita dari Yuvita, Dedi Mulyadi penasaran.

Yakni apa alasan Taufik Hidayat begitu sadis menyiksa Yuvita yang notabene kekasihnya.

Terkait dengan hal tersebut, Melani pun mengungkap curhatan Yuvita.

"Kenapa disiksa seperti itu?" tanya Dedi Mulyadi.

"Katanya awalnya tuh setelah hartanya Vita habis, mulai penyiksaan dimulai," imbuh Melanie.

Rupanya, awal mula Yuvita dianiaya adalah saat hartanya perlahan habis dikuras Taufik.

"Tabungannya diambil, berapa diambil (Taufik)," tanya Dedi.

"Kalau dari barang-barang totalnya Rp52 juta. Tapi kalau katanya BPJS kan dicairin," ungkap Melani.

"Berapa BPJS dicairin?" tanya Dedi lagi.

"Kurang tahu," jawab Melani.

Baca juga: Dikenal Nakal Sejak Kecil, Taufik Hidayat Ternyata Anak Kesayangan Ortu, Sang Ayah Bongkar Alasannya

Bukan cuma hartanya dikuras, Yuvita juga harus menanggung beban lainnya.

Yakni identitasnya dipakai oleh Taufik untuk pinjol.

"Katanya buat pinjol juga (atas nama Yuvita), paylatter juga dipakai," ungkap Melani.

"Vita pakai emas?" tanya Dedi.

"Pakai, semuanya dijual-jualin," imbuh Melani.

Saat mendengar cerita dari sang putri, Irin mengaku heran dengan pemikiran Taufik.

"Waktu itu mungkin dalam keadaan cinta, mungkin dijanjiin. Habis tabungan, tidak ada lagi yang bisa diambil, tumbuh emosi," ungkap Dedi.

"Saya kepenginnya kalau udah gitu pulangin aja (Vita ke rumah)," pungkas Irin.

"Ya mungkin dia takut dituntut," timpal Dedi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.