TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Ardian Rusli (40), ayah tiga bocah yang terkunci dalam rumah saat kebakaran di Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Palembang kini buka suara.
MGA (2), anak bungsunya meninggal dunia setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.
Kata Rusli, saat api melalap rumah, ia dan istri sedang pergi ke Pasar 16 Ilir untuk membeli perlengkapan sekolah anak sulung.
Rusli berusaha kuat dan sudah mengikhlaskan musibah yang terjadi dan merenggut nyawa anak bungsunya.
"Kemarin itu kami berangkat dari rumah sekitar pukul 3 sore ke Pasar 16 Ilir. Berempat perginya sama istri lalu ngajak anak dua orang, mau beli perlengkapan sekolah anak sulung yang masuk SMA," ujar Rusli ketika ditemui TribunSumsel.com menjelang pemakaman anaknya, MGA, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Breaking News: Anak Terkunci dalam Rumah Saat Kebakaran di Palembang Meninggal di RS, Usia 2 Tahun
Tapi pada saat pulang warga sudah ramai menyiramkan air. Sedangkan anak-anak yang berada di rumah sudah dievakuasi warga.
"Pas kami sampai rumah sudah terbakar, anak-anak sudah dievakuasi ke klinik dan rumah sakit," katanya.
Rusli menegaskan alasan ia mengunci rumah dari luar karena khawatir ada orang tak dikenal masuk ke dalam.
Sebab rumah pernah dimasuki orang yang ternyata menumpang buang air kecil.
"Tiga-tiganya sedang tidur di dalam pas kami tinggal. Buat jaga-jaga kalau ada orang tak dikenal masuk rumah, karena pernah kejadian. Dan juga kami tidak pernah meninggalkan rumah lama-lama," tegasnya.
Bahkan satu unit sepeda motor yang sebelumnya terparkir di dalam rumah belum diketahui keberadaannya.
"Sepeda motor listrik saja ada bekas kerangkanya di dalam. Tapi satu motor yang di dalam entah di mana, kami belum tahu," katanya.
Ia menambahkan, belum sempat memberikan keterangan ke polisi karena masih sibuk mengurusi ketiga anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit.
"Belum sempat ke polisi. Karena masih sibuk. Ini masih satu yang dirawat yang usia 7 tahun di RS AK Gani, sedangkan yang 11 tahun sudah pulang dari rumah sakit semalam," tutupnya.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Gandus, Palembang, Provinsi Sumsel, pada Rabu (24/6/2026).
Ironisnya ketiganya terkunci dari luar ketika kedua orangtuanya sedang bekerja dan mengajak dua anaknya yang lain.
Masing-masing korban NR (11), P (7) dan G (3) kini dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani guna mendapatkan perawatan akibat luka bakar yang dialami, setelah warga berhasil mendobrak pintu.
Kapolsek Gandus AKP I Made Budhi Harta Kusuma mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB waktu itu warga melihat api sudah menyala dari rumah tersebut.
"Menurut keterangan saksi peristiwa bermula ketika api terlihat di rumah tersebut. Diduga dari korsleting tapi ada juga yang bilang kompor, itu masih didalami. Kemungkinan besar dari korsleting, selanjutnya akan didalami lebih lanjut," ujar Made Budhi, saat dijumpai Tribunsumsel.com di lokasi.
Di rumah tersebut dihuni oleh Ardian Rusli (40) dam istrinya Siska bersama lima orang anak.
Namun pada saat kejadian tiga anaknya terkunci dari luar.
"Orangtuanya lagi bekerja posisi rumah terkunci di luar. Mereka tidak tahu kalau ada Kebakaran, sekarang orangtua anak sedang menuju ke rumah sakit," katanya.
Api tersebut berhasil dipadamkan oleh warga sekitar bersama dengan petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB dengan menurunkan tiga unit mobil.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com