UIN Imam Bonjol Gandeng Kampus India dan Arab Saudi, Perluas Peluang Ikut Program Internasional
afrizal June 26, 2026 05:02 PM

TRIBUNPADANG.COM- Kabar gembira bagi sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. 

Peluang merasakan atmosfer akademik internasional makin terbuka lebar setelah kampus meresmikan kerja sama strategis dengan dua universitas luar negeri. 

UIN Imam Bonjol meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Noida International University (India) dan Letter of Intent (Lol) dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University (Arab Saudi), di ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, Kamis (25/6/2026) lalu. 

Baca juga: Cak Imin Lepas KKN UIN Imam Bonjol Padang, Cetak Sejarah Baru Kampus

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, didampingi Kepala Pusat International Office dan SDGs, Dr. Zulfis, menandatangani kesepakatan.

Penandatanganan dokumen kerja sama strategis ini dilakukan di ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, 22-25 Juni 2026.

Menjadi Langkah Strategis UIN Imam Bonjol 

Mengutip uinib.ac.id, penandatanganan kedua dokumen tersebut menjadi langkah strategis UIN Imam Bonjol Padang dalam memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Prof. Martin Kustati, menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi global.

Baca juga: Namanya Onde Mande, Inovasi Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang yang Juarai EKKN IV di Magelang

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk terlibat dalam berbagai program internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Uma Bhardwaj, Vice Chancellor Noida International University, menyambut baik terjalinnya kerja sama antara kedua institusi.

Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen UIN Imam Bonjol Padang dalam membangun kemitraan internasional dan berharap kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret.

“Penandatanganan MoU ini merupakan awal yang baik bagi kedua universitas. Kami berharap dalam waktu dekat dapat dilaksanakan pertemuan secara daring (online meeting) antara kedua institusi untuk membahas rencana tindak lanjut dan mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat segera direalisasikan,” ungkap Prof. Uma Bhardwaj.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Prof. Abdullah M. Elias, Director of Rankings, Strategy, and Institutional Advancement Unit Prince Sattam bin Abdulaziz University. 

Menurutnya, Letter of Intent yang telah ditandatangani harus segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret agar manfaat kerja sama dapat dirasakan oleh kedua institusi.

la menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk bergerak cepat dalam membangun kolaborasi internasional yang produktif dan berdampak. 

Oleh karena itu, komunikasi intensif antara kedua universitas perlu segera dilakukan untuk mengidentifikasi bidang-bidang prioritas yang dapat dikembangkan bersama.

“Kita perlu bergerak cepat untuk mewujudkan langkah nyata dari kerja sama ini.

Potensi kolaborasi antara Prince Sattam bin Abdulaziz University dan UIN Imam Bonjol Padang sangat besar, baik dalam bidang riset, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, pengembangan SDGs, maupun peningkatan kapasitas kelembagaan. Karena itu, tindak lanjut yang konkret perlu segera dirancang dan dilaksanakan,” ujarnya.

Menjadi Prioritas

Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Zulfis, menambahkan bahwa tindak lanjut kerja sama akan menjadi prioritas setelah penandatanganan dokumen tersebut.

“Dalam waktu dekat, fakultas-fakultas, lembaga, pusat studi, unit kerja, dan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang diharapkan dapat menindaklanjuti kerja sama ini melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan implementasi berbagai kegiatan nyata, seperti kolaborasi riset, joint publication, visiting professor, pertukaran mahasiswa, seminar internasional, pengembangan kurikulum, community engagement, serta berbagai program yang mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.

Partisipasi UIN Imam Bonjol Padang dalam GSDC 2026 juga menjadi bagian dari komitmen universitas terhadap pembangunan berkelanjutan. 

Pada tahun 2025, UIN Imam Bonjol Padang telah mengikuti UI GreenMetric World University Rankings dengan capaian peringkat 724 dunia, 73 nasional, dan peringkat 8 di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Universitas juga telah menerbitkan SDGs Report sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas atas kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, UIN Imam Bonjol Padang saat ini tengah mempersiapkan partisipasi pada Times Higher Education Impact Rankings, pemeringkatan internasional yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs. 

Kehadiran delegasi UIN Imam Bonjol Padang pada GSDC 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas kemitraan global, meningkatkan visibilitas institusi, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia, UIN Imam Bonjol Padang optimistis dapat mempercepat internasionalisasi kampus dan menghasilkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika, masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.