BANGKAPOS.COM – Pertemuan Timnas Argentina melawan Yordania akan berlaga di Stadion Dallas pada Sabtu (28/6/2026) pukul 11.00 malam waktu setempat atau Minggu pukul 09.00 WIB.
Keduanya akan berduel di laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026.
Timnas Argentina diprediksi akan melakukan rotasi besar pemain saat menghadapi Yordania nanti.
Melansir Kompas.com, La Albiceleste telah memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup J setelah meraih dua kemenangan atas Aljazair dan Austria.
Meski demikian, pelatih Lionel Scaloni masih mempertimbangkan untuk menurunkan dua pemain andalannya, Lionel Messi dan kiper utama Emiliano "Dibu" Martinez.
Baca juga: Update Klasemen Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia, Ekuador Melesat Dipepet Bosnia-Herzegovina
Menurut laporan TyC Sports, Martinez yang baru pulih dari cedera patah tulang jari manis tangan kanan ingin kembali bermain.
Kiper Aston Villa dan pemenang Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2022 tersebut dijadwalkan berdiskusi dengan tim pelatih sebelum keputusan akhir diambil, tetapi peluangnya untuk menjadi starter cukup besar.
Sementara itu, Messi dipastikan akan mendapat menit bermain, meski belum ditentukan apakah sang kapten akan turun sejak menit pertama atau masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua.
Kehadiran Messi menjadi perhatian tersendiri setelah ia telah mencetak kelima gol Argentina sepanjang Piala Dunia tahun ini.
Jika Messi tidak turun, alternatif pengganti utama adalah permata dari Como 1907, Nico Paz.
Selain kemungkinan memainkan Messi dan Martinez, Scaloni berencana memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain pelapis.
Di lini belakang, Gonzalo Montiel diproyeksikan kembali mengisi posisi bek kanan setelah sebelumnya absen saat melawan Austria akibat cedera otot.
Baca juga: Prediksi Uruguay Vs Spanyol, Line-Up, H2H, Jadwal Duel Yamal dan Araujo Penentu Nasib Grup H
Nicolas Otamendi yang telah berusia 38 tahun diperkirakan akan berduet dengan Marcos Senesi atau Facundo Medina di jantung pertahanan, sedangkan Nicolas Tagliafico mengisi sektor kiri.
Marcos Senesi yang memperkuat Bournemouth di Premier League berpeluang menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 setelah dipanggil menggantikan Leonardo Balerdi yang cedera.
Cristian Romero dipastikan absen karena masih menjalani pemulihan cedera lutut kanan yang dialaminya saat menghadapi Austria.
Di lini tengah, Leandro Paredes hampir dipastikan tampil sejak awal.
Ia kemungkinan ditemani Exequiel Palacios atau Valentin Barco.
Sementara di sisi lapangan, Giuliano Simeone dan Giovani Lo Celso diperkirakan mendapat kesempatan bermain. Bagi Lo Celso, laga ini memiliki arti khusus. Gelandang yang menjadi bagian penting era Lionel Scaloni itu sempat absen pada Piala Dunia 2022 di Qatar akibat cedera.
Baca juga: Prediksi Portugal Vs Kolombia, Analisis Performa dan Line-Up Pemain, Siapa Lebih Unggul?
Padahal sebelumnya ia menjadi bagian tim juara Copa America 2021 dan 2024 serta Finalissima 2022.
Lo Celso juga masuk skuad Argentina pada Piala Dunia 2018 di Rusia, tetapi tidak mendapatkan satu menit bermain di bawah pelatih Jorge Sampaoli. Neymar Bisa Jadi Ka
Julian Alvarez Pimpin Lini Depan Di sektor penyerangan, Julian Alvarez diprediksi menggantikan Lautaro Martinez sebagai ujung tombak. Nicolas Gonzalez akan mengisi salah satu sisi serangan, sedangkan Nicolas Paz disiapkan sebagai alternatif apabila Messi tidak dimainkan sejak awal.
Jose Lopez juga berpeluang memperoleh menit bermain dari bangku cadangan.
Argentina (4-3-3):
Emiliano Martinez/Geronimo Rulli; Gonzalo Montiel, Nicolas Otamendi, Marcos Senesi, Nicolas Tagliafico; Exequiel Palacios, Leandro Paredes, Valentin Barco; Lionel Messi/Nicolas Paz, Julian Alvarez, Nicolas Gonzalez.
Sejumlah pemain kunci seperti Nicolas Otamendi, Julian Alvarez, dan Leandro Paredes juga diperkirakan tetap mengisi starting XI dalam skema rotasi tersebut.
Sementara itu, kekalahan Korea Selatan dari Afrika Selatan pada lanjutan Grup A Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan bagi Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.
Tim berjuluk Taeguk Warriors yang dijagokannya harus menyerah 0-1 melalui gol tunggal T. Maseko pada menit ke-63.
Saat mengikuti nonton bersama masyarakat di kawasan pujasera Koba, Kamis (25/6/2026), Algafry tampak menyaksikan pertandingan hingga usai tanpa menunjukkan ekspresi kegembiraan.
Baca juga: Nyanyian Mercy Yudha Sebut Orang Nomor Satu di Balik Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Bangka
Kekalahan wakil Asia tersebut membuat harapannya melihat Korea Selatan melangkah lebih jauh di turnamen harus tertunda.
"Saya sedih Korea Selatan gagal. Tadi saya mendukung Korea Selatan karena salah satu wakil Asia yang masih tersisa. Kita berharap mereka bisa lolos ke babak berikutnya," kata Algafry kepada Bangkapos.com.
Menurutnya, hasil kekalahan tersebut membuat peluang Korea Selatan untuk melangkah ke fase berikutnya menjadi semakin berat.
"Ternyata mereka masih harus menunggu hasil tim lain. Kalau melihat posisi klasemen, peluangnya cukup sulit. Jadi saya juga sedih melihat hasil tadi," ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, Afrika Selatan berhasil mengamankan kemenangan 1-0 melalui gol tunggal T. Maseko pada menit ke-63.
Hasil itu membuat persaingan di Grup A semakin ketat. Meksiko memimpin klasemen dengan sembilan poin, disusul Afrika Selatan dengan empat poin. Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Republik Ceko menempati dasar klasemen dengan satu poin.
Meski diperkuat kapten sekaligus bintang utama mereka, Son Heung-min, Korea Selatan tetap kesulitan menembus pertahanan Afrika Selatan.
Baca juga: Daftar Mutasi Terbaru 190 Kapolres di Indonesia, Polres Bangka hingga Belitung Berganti Pimpinan
Meski tim favoritnya kalah, Algafry mengaku tetap menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit akhir dibunyikan.
"Di sepak bola semua bisa terjadi. Tim yang diunggulkan belum tentu menang. Itu yang membuat pertandingan Piala Dunia menarik untuk disaksikan," katanya.
Setelah Korea Selatan gagal memenuhi harapannya, Algafry mengungkapkan tim yang sejak awal paling dijagokannya untuk menjadi juara dunia adalah Argentina.
Ia menilai skuad Albiceleste memiliki kombinasi kualitas pemain, pengalaman, serta strategi permainan yang lebih matang dibandingkan tim-tim lainnya.
"Saya menjagokan Argentina. Para pemainnya luar biasa. Selain memiliki talenta, taktik mereka dalam bertanding juga sangat bagus. Saya lihat racikan pemain dan strategi yang diterapkan sangat kuat," ujarnya.
Menurut Algafry, performa Argentina sepanjang turnamen menunjukkan konsistensi yang membuat mereka layak menjadi kandidat kuat juara.
"Kalau melihat statistik dan permainan sampai hari ini, saya melihat peluang Argentina lebih besar. Mereka punya kans yang sangat kuat untuk menjadi juara," katanya.
Ia juga menilai kehadiran Lionel Messi masih menjadi salah satu kekuatan utama Argentina.
"Apalagi Messi itu salah satu pemain luar biasa. Kelincahan dan kepintarannya mengolah bola tidak diragukan lagi. Jadi saya optimistis mendukung Timnas Argentina," ujarnya.
Algafry berharap pertandingan-pertandingan berikutnya tetap mampu menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian nobar yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
"Kita ingin masyarakat menikmati suasana Piala Dunia bersama-sama. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menggerakkan UMKM yang ada di sekitar lokasi," katanya.
(Bangkapos.com/Erlangga) (Kompas.com/Firzie A. Idris/Tribuntrends.com/Talitha Desena Darenti)