Program GENTING Hadirkan Harapan Baru bagi Keluarga Heni di Batam Lewat Rumah Layak Huni
Dewi Haryati June 26, 2026 08:40 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Senyum dan harapan mulai terlihat di wajah Heni saat proses pembangunan rumahnya terus berjalan di Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam.

Rumah yang selama ini ditempatinya dalam kondisi tidak layak huni, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi keluarganya.

Pada Selasa (24/6/2026), Tim Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sedang dikerjakan untuk Heni dan keluarganya. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga Heni yang telah menggunakan kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) itu .

Sebelum mendapatkan bantuan, Heni dan keluarganya tinggal di rumah yang tidak layak huni, berlantaikan tanah, beratap yang bocor saat hujan turun, serta dinding dari seng bekas berkarat yang sudah tidak layak. 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi anggota keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Heni bekerja sebagai pengrajin sekaligus memasarkan barang daganganya berupa tape, dengan cara berkeliling. 

Ada juga yang dititipkan di beberapa warung kecil, sedangkan suaminya bekerja serabutan bila ada panggilan kerjaan. 

Dengan penghasilan yang terbatas, memperbaiki rumah secara mandiri tentu bukan perkara mudah. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, harapan datang melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang didukung dari kemitraan oleh Yayasan Habitas Kemanusian Indonesia yang telah menjangkau keluarga berisiko stunting, termasuk indikator rumah tidak layak huni dan jamban serta sanitasi yang tidak sehat.

Kronologi Heni Dapat Bantuan untuk RTLH

Perjalanan keluarga Heni hingga mendapatkan bantuan rumah layak huni tidak terjadi dalam waktu singkat. 

Berawal dari pendataan dan pendampingan yang dilakukan Penyuluh KB Kecamatan Sungai Beduk terhadap keluarga berisiko stunting.

Pengamatan kader melihat kondisi keluarga, kemudian diusulkan untuk mendapatkan bantuan melalui kolaborasi seluruh mitra.

Setelah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan, keluarga Heni ditetapkan sebagai salah satu penerima manfaat karena kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan huni serta keterbatasan ekonomi keluarga.

Melalui dukungan Yayasan Habitat Kemanusian Indonesia, pembangunan rumah mulai direalisasikan secara bertahap, pembangunan dimulai tahun 2025 dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Selain membangun rumah yang lebih layak, program ini juga menyediakan fasilitas sanitasi yang sehat untuk mendukung kualitas hidup keluarga.

Menariknya, rumah yang sedang dibangun tidak hanya dirancang sebagai tempat tinggal yang aman dan sehat, tetapi juga memiliki konsep pemberdayaan ekonomi keluarga.

Pada bagian atap rumah disiapkan area untuk urban farming atau pemanfaatan ruang untuk budidaya tanaman sayuran.

Nantinya, hasil tanaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga sekaligus menjadi sumber tambahan penghasilan.

Meski pembangunan rumah hampir rampung, keluarga Heni belum dapat langsung menempatinya. Mereka berencana pindah setelah sambungan air bersih tersedia dan dapat digunakan secara optimal.

Kehadiran akses air bersih menjadi salah satu syarat penting agar rumah tersebut benar-benar siap dihuni dan mendukung pola hidup sehat bagi keluarga.

Keluarga Heni diprioritaskan sebagai penerima bantuan karena termasuk keluarga berisiko stunting. Program GENTING sendiri tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong perbaikan faktor-faktor pendukung lainnya, seperti lingkungan tempat tinggal, sanitasi, akses air bersih, dan pemberdayaan ekonomi keluarga yang memiliki peran penting dalam pencegahan stunting.

Saat ini, proses pembangunan masih terus berlangsung. Meski demikian, perubahan yang mulai tampak telah menghadirkan optimisme baru bagi Heni dan keluarganya.

Rumah yang sedang dibangun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih sejahtera.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, Program GENTING terus menghadirkan langkah nyata dalam membantu keluarga berisiko stunting.

Kisah Heni menjadi bukti bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi gizi, tetapi juga melalui penyediaan hunian yang layak, lingkungan yang sehat, serta dukungan pemberdayaan ekonomi keluarga untuk masa depan yang lebih baik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.