Tarif Naik Transportasi Umum Masih Mahal, Pengamat Sebut Warga Lebih Memilih Naik Kendaraan Pribadi
Irwan Wahyu Kintoko June 27, 2026 10:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - LRT Jabodebek menjadi transportasi pilihan bagi pekerja yang tinggal di wilayah penyangga Jakarta.

LRT Jabodebek bahkan sudah terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.

Namun, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menyatakan, terintegrasinya antarmoda transportasi di Jakarta belum menjadi solusi masyarakat beralih ke angkutan umum.

Menurutnya, masih banyak orang memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi umum untuk sampai ke lokasi tujuan maupun tempat bekerja.

Baca juga: 90 Persen ASN Jakarta Sudah Naik Angkutan Umum, Pakar Minta Kebijakan Diperluas

Trubus menyatakan, biaya menggunakan transportasi umum sebenarnya lebih mahal dari kendaraan pribadi.

"Selama ini orang enggak mau naik transportasi umum karena ternyata lebih mahal dari kendaraan pribadi," kata Trubus kepada Warta Kota, Sabtu (27/6/2026).

Apabila dihitung menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti ke Dukuh Atas atau Dukuh Atas ke Jati Mulya, satu penumpang membutuhkan biaya Rp 20.000 untuk sekali keberangkatan.

Jika pulang pergi, maka harus mengeluarkan biaya Rp 40.000, dan masih harus membayar angkutan umum lanjutan.

Baca juga: Rano Karno Resmikan Transjabodetabek Rute D41, Ajak Warga ke Jakarta dengan Angkutan Umum

Total keseluruhan dalam sehari bisa mencapai Rp 50.000 untuk naik transportasi umum.

Trubus menilai, jika naik kendaraan pribadi seperti motor, uang Rp 50.000 bisa untuk isi bensin dan digunakan dua sampai tiga hari.

"Ongkos naik transum lebih mahal, karena dia pindah-pindah, turun di stasiun ke lokasi tujuan masih harus naik ojek online atau angkutan," ucapnya.

Baca juga: Transportasi Umum dan Tempat Wisata Milik Pemprov DKI Gratis 3 Hari, Berlaku untuk Seluruh Warga

Menurut Trubus, moda transportasi di Jakarta masih harus ditata baik supaya masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya lebih mahal saat naik angkutan umum.

Armada JakLingko juga harus diperbanyak supaya masyarakat bisa sampai ke lokasi tujuan tanpa harus transit.

"Kalau LRT dan MRT sudah ada, itu harus terhubung dengan angkutan yang gratis," ujarnya. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.