Elpiji 3 Kg Kosong, Warga Rancah Banjarbaru Ini 10 Hari Sudah Gunakan Kayu Bakar 
Hari Widodo June 27, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Sulitnya mendapatkan ellpiji 3 Kg  baik di pangkalan maupun di warung, membuat sejumlah masyarakat kini memilih memasak menggunakan bahan bakar alternatif di antaranya kayu bakar.

Kembali ke masa lalu, memasak menggunakan kayu bakar mau tak mau harus dilakoni demi dapur tetap mengepul dan keluarga tetap bisa bersantap di rumah. 

Hal ini seperti dilakoni Suliani, warga Sungai Rancah, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Ia sudah cukup lama mengantisipasi kekosongan gas dengan membuat tungku dari batako dan batu gunung.

Baca juga: Isi Curhatan Pedagang di Kotabaru Kalsel Pasca Harga Gas Elpiji Subsidi di Eceran Tembus 60 Ribu

"Seperti main masak-masakan di masa kecil. Susun kayu bakar berupa potongan dahan dan ranting, nyalakan api, menunggu kayu terbakar, menjaga api tetap menyala," ujarnya kepada reporter Banjarmasin Post yang bertandang ke rumah, Sabtu (27/6/2026).

Suliani sudah menyiapkan tungku kayu bakar sejak bulan Ramadhan atau tiga bulan lalu. Dan setiap kali stok gas kosong di pangkalan  maka tungku itu difungsikan.

Gas 3 Kg sering kosong, sementara di warung kalaupun ada dijual tapi harganya sekarang mahal Rp40-50 Kg per tabung. 

"Saya mengumpulkan patahan dahan dan ranting yang didapat di kebun tetangga. Kemudian dijemur hingga kering. Syukurnya sekarang musim panas, kalau musim penghujan ya susah mengeringkan kayunya," seloroh Suliani.

Saat gas kosong, bisa seminggu atau bahkan sepuluh hari ia memasak di tungku kayu bakar. Rebus air, masak nasi, masak lauk pauk dan sayur mayur.

Proses memasak menggunakan tungku kayu bakar itu sempat ia videokan dan dibagikan di story WA yang mengundang perhatian tetangga dan keluarganya sehingga ada yang memberinya gas 3 Kg.

"Alhamdulillah, setelah kemarin selama sepuluh hari memasak pakai kayu bakar, ada saudara datang membawakan gas," ungkapnya.

Meski sudah ada gas di dapur, namun Suliani tak setiap kali menggunakan karena saat ini masih susah cari gas, jadi harus berhemat.

"Kalau sering digunakan, gas cepat habis, jadi tetap diselingi dengan kayu bakar," tukas Suliani yang rata-rata pemakaian satu tabung 3 Kg habis dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari.

Baca juga: Kuota Elpiji 3 Kg di Pangkalan Terus Berkurang, Begini Pengakuan Pemilik Pangkalan

Harapannya, pemerintah bisa atasi masalah gas yang selalu berulang ini. Contohnya, di pangkalan harus menunggu stok datang yang paling cepat seminggu bahkan kadang hingga tiga minggu baru datang.

"Masyarakat jangan dipersulit tapi harus dipermudah mendapatkan gas. Tolong diperbaiki distribusinya," tandas Suliani. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.