TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai menyiapkan langkah efisiensi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Diketahui, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kedua jenis BBM tersebut merupakan BBM nonsubsidi yang tidak mendapatkan bantuan dana dari APBN.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan pemerintah daerah akan menyesuaikan kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan penghematan penggunaan anggaran operasional.
"Ya kita akan sesuai ketentuan yang ada, termasuk juga bagaimana penghematan nanti kita lakukan," kata Arief Rohman, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menata ulang pelaksanaan perjalanan dinas agar lebih efisien.
Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Sabtu 27 Juni 2026, Turun Rp3.000
Bupati Arief menjelaskan, rapat atau koordinasi yang tidak bersifat mendesak akan diupayakan dilaksanakan secara daring melalui Zoom sehingga dapat mengurangi mobilitas dan penggunaan BBM.
"Kalau perjalanan yang enggak penting, kalau bisa lewat Zoom ya kita lakukan Zoom seperti itu," ujarnya.
Selain itu, Pemkab Blora juga akan mengoptimalkan penggunaan kendaraan dinas secara bersama-sama saat melakukan perjalanan dinas.
"Nanti akan kita tata ulang untuk kaitannya perjalanan dinas.
Kalau bisa rombongan, enggak usah pakai satu orang satu mobil. Umpamanya rombongannya beberapa ya cukup satu mobil saja," jelasnya.(Iqs)