Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai perguruan tinggi (kampus), terutama bidang seni, memiliki andil penting pelestarian budaya lewat pengetahuan kreatif.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Fadli Zon menilai pengetahuan kreatif memang sudah seharusnya bertumbuh di perguruan-perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan dan nantinya menjadi modal menguatkan ekosistem kebudayaan nasional.
"Teruslah menjadi laboratorium seni dan peradaban Indonesia, menjadi ruang yang menjaga kebebasan kreatif, memperkuat pengetahuan, melahirkan karya, membangun ekosistem, dan membuka jalan bagi masa depan kebudayaan Indonesia," kata Fadli Zon saat memberikan sambutan pada Dies Natalis Institut Kesenian Jakarta ke-56.
Menurut Fadli, pemerintah berpandangan bahwa perguruan tinggi seni berperan strategis melahirkan sumber daya manusia kreatif, memperkuat ekosistem kebudayaan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia melalui seni dan budaya di tingkat global. Dia juga mengapresiasi kampus tersebut telah melahirkan ribuan seniman, sineas, aktor, sutradara, penari, musisi, desainer, akademisi, hingga pekerja budaya yang terus memberikan kontribusi bagi perkembangan seni dan kebudayaan nasional.
Sang menteri mengharapkan kampus seni dapat menghadirkan pendidikan seni yang tidak hanya melahirkan kreator unggul secara artistik, tetapi, juga memiliki kemampuan riset, literasi digital, penguasaan hak kekayaan intelektual, serta jiwa kewirausahaan agar mampu membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Berkaca dari keragaman budaya Indonesia yang sangat besar, Fadli Zon menilai kekayaan budaya menjadi modal utama untuk membangun masa depan bangsa.Dia juga menyinggung bahwa kebudayaan juga perlu dikembangkan sejalan dengan kebijakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Bertolak dari kebijakan tersebut, Fadli mengharapkan institusi pendidikan tinggi dapat mengolah kekayaan budaya yang ada agar melahirkan lebih banyak karya kreatif dan meningkatkan nilai ekonominya.
Kemampuan memahami akar budaya, menguasai teknologi, membangun kolaborasi lintas disiplin, serta memanfaatkan hak kekayaan intelektual menjadi bekal penting bagi generasi kreatif Indonesia untuk berkompetisi di tingkat global.
"Pengetahuan tentang budaya dan pengetahuan kreatif menjadi sangat penting sebagai kemampuan bangsa mengolah modal budaya, tradisi artistik, dan pengetahuan lokal menjadi gagasan yang terus hidup," kata Fadli Zon.





