Di Tengah 'In This Economy', Tabungan Emas Pegadaian Kini Diserbu Kalangan Milenial dan Gen Z
Samsul Arifin June 27, 2026 03:30 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  PT Pegadaian (Persero) membuka data tabungan emas meningkat, di tengah kondisi ekonomi sekarang atau yang kini viral disebut ‘in this economy’.

Ivestasi logam mulia ini bahkan disebut sebagai surga. 

“Emas ini disebut sebagai surga investasi, karena efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi. Diproyeksi harga emas dapat mencapai sekitar Rp2,7 juta per gram pada 2026, atau meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya,” ungkap Riana Rifani, Head of Corporate Communication PT Pegadaian (Persero), di Hotel Santika Premiere Gubeng dalam kegiatan ‘Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan Lembaga Pers Dr Soetomo, Kamis (25/6/2026). 

Peluang investasi emas ini tampaknya sudah mulai disadari oleh generasi muda, data PT Pegadaian (Persero) menunjukkan milenial dan Gen Z mulai menyerbu tabungan emas. 

Diungkap Riana Rifani, jumlah nasabah aktif dari kelompok Gen Y/Milenial (usia 29-44)meningkat 71 persen, tumbuh dari sekitar 1,63 juta nasabah pada Mei 2025 menjadi 2,79 juta nasabah pada Mei 2026. 

Baca juga: Transformasi Jadi Bank Emas, Pegadaian Kenalkan Layanan Bullion hingga Pinjaman Emas Batangan

Gen Z dan Milenial Mendominasi Pertumbuhan Nasabah

Sementara itu, pertumbuhan yang lebih agresif terjadi pada kelompok Gen Z (usia 13-28) yang melonjak dari sekitar 485 ribu nasabah menjadi 1,42 juta nasabah dalam periode yang sama, atau tumbuh hingga 193 persen.

PT Pegadaian (Persero) menilai emas tetap menjadi salah satu aset yang efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi. Nilai emas relatif mampu mempertahankan daya beli dari masa ke masa, bahkan memberikan peluang peningkatan kesejahteraan bagi pemiliknya.

Data PT Pegadaian (Persero) mencatat, harga emas tercatat sekitar Rp206 ribu per gram pada 2007, naik menjadi Rp340 ribu pada 2010, kemudian mencapai Rp570 ribu pada 2015, Rp780 ribu pada 2018, dan menembus Rp1 juta per gram pada 2021.

Sementara data yang dihimpun TribunJatim.com dari berbagai sumber menunjukkan, sepanjang 2026, harga emas bersifat volatil (kondisi ketika harga suatu aset sering mengalami perubahan yang cukup besar dalam waktu relatif singkat, baik naik maupun turun).

Harga Emas Terus Naik dalam Jangka Panjang

Meskipun tren jangka panjang masih cenderung naik dibanding tahun-tahun sebelumnya, dalam jangka pendek harga beberapa kali mengalami koreksi yang cukup tajam. 

Awal Januari 2026, harga emas antam sekitar Rp2,4 juta/gram, dan mencapai rekor harga tertinggi di akhir Januari 2026 dengan harga per gram kurang lebih Rp3,17 juta/gram.

Mei 2026, secara kumulatif naik 11,4 persen dibanding awal tahun, lalu turun Rp20 ribu menjadi sekitar Rp2,713 juta per/gram. Jelang akhir bulan Juni 2026, harga emas dunia kembali menguat, namun masih berfluktuasi akibat kebijakan suku bunga AS dan kondisi geopolitik.

Hal ini menunjukkan bahwa emas tetap merupakan instrumen investasi yang nilainya dipengaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik global, sehingga tidak selalu naik setiap hari atau setiap bulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.