Punya Potensi Besar Bangun PLTS Terapung di Sejumlah Waduk, Gubernur Jateng Cari Investor China
rika irawati June 27, 2026 05:11 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Jawa Tengah sangat potensial mengingat banyaknya waduk yang ada.

Bahkan, pengembangan PLTS terapung di Jateng memiliki potensi teknis sekitar 727 MWP (Megawatt Peak) atau secara teoritis mampu menyuplai lebih dari 500.000 rumah tangga.

Kehadiran PTLS ini juga menjadi solusi kebergantungan energi listrik dari batu bara.

Namun, pengembangan PLTS Terapung di Jateng ini terkendala pendanaan.

"PLTS Terapung sangat potensial di Jateng tetapi terkendala biaya investasi," ujar Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Dwi Suryono, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Efisiensi Energi Nyata! PLTS Tambaklorok Sukses Pangkas Konsumsi Listrik Internal Hingga 10 Persen

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah sendiri telah memetakan waduk besar di Jateng yang bisa dikembangkan PLTS Terapung, di antaranya Kedungombo (masuk ke wilayah Boyolali, Grobogan, Sragen), Waduk Gajahmungkur (Wonogiri), dan Wadas Lintang (Perbatasan Wonosobo-Kebumen).

Menurut Dwi, pengembangan PLTS Terapung sudah dimulai di Waduk Randugunting, Japah, Kabupaten Blora.

PLTS ini memiliki kapasitas kurang lebih sekitar 66 Kilowatt-peak (KWp) atau Sekitar 80 kVA (kiloVolt-Ampere).

"Iya, baru satu ya. Cuman ini kapasitasnya memang belum besar."

"Mudah-mudahan, rencana pemerintah pusat terkait dengan transisi energi bisa memasifkan energi atau floating PLST Terapung di waduk-waduk yang berpotensi untuk dilakukan pemasangan PLTS Terapung," ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan energi terbarukan seperti PLTS Terapung harus terus digenjot di Jawa Tengah sebagai dukungan menuju target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia pada tahun 2060.

Sebagai penerjemahan NZE, pihaknya juga telah memiliki Rencana Umum Energi Daerah (RUED) melalui Perda Nomor 12 Tahun 2018 sebagai pedoman pembangunan sektor energi.

Salah satu sumber energi terbarukan yang ingin dimaksimalkan pemanfaatannya adalah tenaga surya, air, dan gas yang potensinya cukup banyak di Jawa Tengah.

"Perlu sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, pelaku usaha, perguruan tinggi, lembaga riset, dan masyarakat."

"Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar target transisi energi dapat tercapai secara efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan," imbuhnya.

Cari Investor China

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berusaha menggaet investor asal China supaya berinvestasi di sektor energi terbarukan di Jateng.

Baca juga: Biaya Pasang PLTS di Rumah Capai Rp 10 Juta, Harusnya Ada Insentif untuk Warga Alih Energi

Luthfi menyebut, Jawa Tengah serius dalam mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah.

Ada sekitar 7 proyek yang siap ditawarkan kepada investor untuk sektor EBT.

Di antaranya, PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.

"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.