Pabrik Sabu Terbongkar di Padang, Fadly Amran Minta Warga Perketat Pengawasan
Muhammad Iqbal June 27, 2026 06:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sebuah fakta mengejutkan diungkapkan di sela-sela agenda formal kedewanan di Kota Padang.

Di tengah pembahasan anggaran daerah yang krusial, perhatian publik mendadak tersedot oleh isu keamanan yang sangat serius mengenai peredaran narkotika skala besar.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara blak-blakan memberikan tanggapan tegasnya mengenai pembongkaran sebuah fasilitas terlarang yang memproduksi barang haram di wilayah hukum Kota Padang.

Baca juga: DPRD dan Pemko Padang Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Anggaran Melonjak Jadi Rp 3,027 Triliun

Informasi ini langsung memicu respons cepat dari berbagai elemen pemerintahan dan penegak hukum.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat. Keberhasilan pengungkapan kasus ini dinilai sebagai bukti nyata sinergitas yang kuat antar instansi di Kota Padang.

Secara khusus, Wali Kota menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan jajaran kepolisian. Kerja keras tim gabungan dalam mengendus keberadaan aktivitas ilegal ini dinilai telah menyelamatkan banyak nyawa.

Aparat berhasil melakukan penangkapan dan membongkar laboratorium sabu yang beroperasi secara rahasia. Lokasi pabrik barang haram tersebut berada di sebuah pondok terpencil di kaki bukit Ngalau, Padang yang digerebek beberapa waktu lalu, tepatnya  Selasa (23/6/2026).

Fadly Amran tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya atas temuan laboratorium tersebut. Menurutnya, keberadaan industri rumahan narkoba di wilayah pinggiran kota merupakan sebuah ancaman yang sangat nyata dan berbahaya.

Baca juga: Pemko Padang Benahi Penerangan dan Pasang CCTV, Pasar Raya Ditargetkan Ramai hingga Malam

"Kasus ini cukup mencengangkan dan harus menjadi perhatian serius bagi kita semua," ujar Fadly Amran saat ditemui di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Sabtu (27/6/2026).

Ia mengingatkan, keberhasilan penggagalan operasi laboratorium sabu ini adalah hal yang patut disyukuri. Jika aktivitas produksi di pondok kaki bukit tersebut sempat lolos dari endusan petugas, dampak sosialnya akan sangat masif.

Menurut Wali Kota, peredaran narkoba dari laboratorium lokal seperti itu akan merusak tatanan sosial masyarakat secara luas.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah ancaman langsung terhadap masa depan generasi muda di Kota Padang.

"Jika sampai terlepas atau tidak terungkap, aktivitas laboratorium sabu ini akan banyak memengaruhi anak muda kita. Dampaknya bisa merusak satu generasi," lanjutnya memperingatkan.

Oleh karena itu, Fadly meminta agar kewaspadaan tidak hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata.

Pencegahan peredaran narkoba harus dimulai secara masif dari struktur lingkungan masyarakat yang paling bawah.

Ia mengimbau seluruh perangkat masyarakat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, lurah, hingga tokoh masyarakat setempat untuk lebih peka.

Setiap pergerakan atau aktivitas mencurigakan di wilayah masing-masing harus segera dipantau secara ketat.

Wali Kota Padang juga memastikan bahwa kerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus diperkuat, termasuk dalam hal dukungan anggaran Pemko Padang.

Koordinasi yang intensif disebutnya sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan kota.

"Pasti ada anggaran Pemko, dan koordinasi dengan Forkopimda itu sangat penting. Ayo, kita pantau bersama lingkungan kita. Jika ada hal yang mencurigakan, segera sampaikan ke pihak yang wajib atau berwenang," pungkas Fadly Amran. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.