TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada, menegaskan bahwa kebocoran sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dihentikan demi mewujudkan pemerataan ekonomi.
Hal itu disampaikan Nasrullah saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KB PII Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Nasrullah, keberanian Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah strategis untuk mengamankan kekayaan nasional menunjukkan adanya kemauan politik yang kuat demi kepentingan bangsa.
"Begitu kita dengerin (pidato 20 Mei), ternyata perang terbuka Prabowo dengan konglomerat yang selama ini sudah merampok sumber daya alam kita. Siapapun presidennya, kalau kemudian presiden itu punya political will, punya kemauan yang keras untuk bangsa kita ke depan, ya mestinya kita sebagai kader umat harus memberikan dukungan," kata Nasrullah.
Menurutnya selama ini terdapat berbagai praktik yang menyebabkan kekayaan alam Indonesia tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Salah satu contohnya, kata dia, adalah dugaan modus ekspor yang justru menguntungkan negara lain.
"Negara yang kecil tiba-tiba menjadi pengeskpor ikan hias terbesar sedunia. Kepikiran enggak tuh? Menjadi pengeskpor CPO ke luar negeri. Ini kan kita juga kaget. Indonesia menjadi bahan sapi perah, kemudian Singapura yang mengambil kekayaan. Sehingga wajar, ketika Prabowo tanggal 20 Mei pidato menyerang secara terbuka konglomerat yang merampok itu, Singapura yang marah," ucapnya.
Nasrullah juga menyayangkan minimnya perhatian dari kalangan akademisi terhadap persoalan kebocoran SDA yang menurutnya telah berlangsung lama.
"Begitu kita kasih permasalahan yang sebenarnya, perampokan yang terjadi di depan mata kita, diam saja. Enggak ada FGD-FGD tentang itu," ucap Nasrullah.
Dalam kesempatan itu, Nasrullah juga menginstruksikan seluruh kader KB PII di berbagai daerah untuk ikut menyosialisasikan program-program pemerintah sekaligus menjaga iklim politik yang kondusif.
"Kita ini ada di seluruh Indonesia. Setelah kita memahami apa yang sedang diperjuangkan pemerintah, maka Saya minta semua kader ikut membantu pemerintah, mensosialisasikan program program yang telah saya sampaikan. Supaya masyarakat memahami," ucapnya.
"Kita harus ikut menjadi bagian yang meciptakan iklim politik yang kondusif, supaya agenda pemerintah tercapai, dan tujuan bernegara terealisasi," tandasnya.
Muswil VII KB PII Jawa Tengah turut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid yang merupakan mantan aktivis PII.
Sementara Bupati Sragen Sigit Pamungkas, yang juga mantan aktivis PII Jawa Tengah, menyampaikan pesan melalui sambungan daring. Forum Muswil VII kembali memilih Yanuar Nurrohman sebagai Ketua PW KB PII Jawa Tengah periode 2026–2030.