Koordinator SPPG Blitar Ungkap Dampak Mengerikan Jika MBG Dihentikan: 5.000 Pekerja Terancam PHK
jonisetiawan June 28, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM -  Suasana Alun-alun Kota Blitar, Jalan Merdeka, Sabtu (27/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi hari, ratusan relawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blitar Raya mulai memadati kawasan tersebut untuk mengikuti aksi bertajuk Apel Akbar Aliansi SPPG PETA Blitar Raya.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB itu tidak hanya diisi dengan penyampaian orasi, tetapi juga diramaikan oleh panggung hiburan musik dangdut yang menarik perhatian masyarakat sekitar.

Di lokasi, arus lalu lintas di sisi selatan Alun-alun Kota Blitar untuk sementara ditutup. Kendaraan dari arah timur Jalan Merdeka diarahkan menuju Jalan Merapi untuk menghindari kepadatan massa.

Para relawan dari wilayah Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar tampak berdatangan secara bertahap. Mayoritas peserta mengenakan seragam biru khas SPPG yang membuat kerumunan terlihat mencolok di tengah kawasan kota.

Baca juga: Curhat Pengusaha MBG di Bangkalan: Modal Rp2,5 M, Kini Dapur Libur saat Cicilan Bank Terus Berjalan

Seruan Dukungan untuk Program MBG Menggema dari Panggung

Dari atas panggung, sejumlah perwakilan relawan menyampaikan berbagai aspirasi mereka. Fokus utama yang disuarakan adalah permintaan agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dijalankan.

"Kami hanya meminta program MBG tetap dilanjutkan," kata salah satu relawan yang ikut aksi.

Di belakang panggung, spanduk berukuran besar dipasang sebagai latar utama acara.

Tak hanya menampilkan tema kegiatan, spanduk tersebut juga memuat foto Anggota DPRD Kota Blitar Fraksi Partai Gerindra, Tan Ngi Hing, dengan tulisan, "Apel Akbar Aliansi SPPG Blitar Raya, Dukung MBG Tetap Berjalan".

Semangat massa semakin menguat ketika salah seorang peserta menyampaikan orasi melalui pengeras suara.

"Ada segelintir orang yang (menolak) MBG. Tetapi hari ini kita buktikan lebih banyak orang yang mendukung MBG karena memang memberi banyak manfaat pada masyarakat," teriak salah satu peserta dari panggung melalui pengeras suara.

POLEMIK PROGRAM MBG - Para relawan SPPG Blitar Raya menggelar aksi mendukung program MBG dilanjutkan di Alun-alun Kota Blitar, Sabtu (27/6/2026).
POLEMIK PROGRAM MBG - Para relawan SPPG Blitar Raya menggelar aksi mendukung program MBG dilanjutkan di Alun-alun Kota Blitar, Sabtu (27/6/2026). (TribunJatim.com/Samsul Hadi)

Klaim Dukungan dari Berbagai Kelompok Masyarakat

Koordinator Aliansi SPPG Blitar Raya, Bambang Sunarso, mengatakan peserta aksi bukan hanya berasal dari relawan dapur MBG, tetapi juga didukung berbagai unsur masyarakat.

Menurutnya, aksi tersebut diikuti perwakilan dari sekitar 160 SPPG yang tersebar di Kota dan Kabupaten Blitar.

Selain itu, Bambang mengklaim dukungan juga datang dari petani, peternak, nelayan hingga pelaku UMKM yang selama ini menjadi pemasok bahan pangan bagi operasional SPPG.

"Program MBG ini sangat luar biasa. Bukan hanya menyerap ribuan tenaga kerja di Blitar tetapi juga petani, nelayan, peternak dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi pemasok SPPG," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Relawan MBG Sumbar Turun ke Jalan Kepung Kantor DPRD: Dapur Dihentikan, Kami Makan Apa?

Ia menilai keberadaan SPPG bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga telah menjadi penggerak ekonomi lokal.

Menurut Bambang, keberadaan sekitar 160 SPPG di wilayah Blitar telah membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. Ia memperkirakan satu SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang sehingga total tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 5.000 orang.

"Itu semua di luar manfaat pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah di Blitar untuk menciptakan generasi mendatang yang tangguh dan cerdas," kata Bambang.

Nilai Investasi Disebut Capai Miliaran Rupiah

Selain menyoroti manfaat sosial dan ekonomi, Bambang juga menyinggung besarnya investasi yang telah dikeluarkan para mitra dalam pembangunan dapur SPPG.

Menurutnya, satu mitra dapat menggelontorkan dana mulai Rp1 miliar hingga Rp3 miliar untuk pembangunan fasilitas dapur beserta perlengkapannya.

Dana tersebut disebut mencakup pembangunan dapur, pengadaan peralatan, hingga dua unit mobil box yang digunakan untuk distribusi makanan kepada penerima manfaat.

"Nilai investasi untuk satu SPPG ini cukup besar dan sampai saat ini para mitra ini belum balik modal," ujar Bambang tentang dukungan keberlanjutan program MBG.

Ia juga menepis anggapan bahwa seluruh mitra SPPG merupakan pengusaha besar.

"Mereka gotong royong, jadi bukan pengusaha besar," kata dia.

Baca juga: Status Relawan SPPG Digugat! Aliansi Buruh Jateng Sebut Pekerja MBG Memenuhi Unsur Upah & Perintah

Tutup Aksi dengan Deklarasi Lima Poin Sikap

Menjelang berakhirnya kegiatan, seorang relawan SPPG Blitar Raya bernama Hety Pratiwi membacakan lima poin deklarasi sikap.

Isi deklarasi tersebut antara lain mendukung penuh Program MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan masa depan generasi Indonesia, berkomitmen menjalankan pengelolaan SPPG secara profesional dan transparan, memperkuat peran petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM lokal, mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan program secara damai, serta siap bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Setelah pembacaan deklarasi selesai, suasana aksi ditutup dengan penampilan musik dangdut yang membuat massa perlahan membubarkan diri dalam suasana yang lebih santai.

***

(TribunTrends/TribunJatim/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.