Ketika Karya Seniman di Yogyakarta Menjadi Motif Busana Resort Kontemporer yang Memukau
Joko Widiyarso June 28, 2026 02:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta tidak pernah berhenti melahirkan seniman yang menciptakan sebuah karya seni rupa yang memanjakan mata para penikmatnya.

Baru-baru ini seniman Anton Afganial mendapat kesempatan berkolaborasi dengan brand fashion kontemporer Purana dan Puragraph.

Satu lukisan karya Anton telah dielaborasikan ke dalam sebuah motif fashion kontemporer yang berkelas oleh Purana dan Puragraph.

Sebanyak delapan motif fashion bermotif tartan dengan paduan warna-warna earth tone menjadikannya terlihat elegan.

Untuk merayakan salah satu pencapain terbaiknya itu, Purana dan Puragraph secara resmi meluncurkan koleksi kolaborasi yang telah lama dinantikan bersama desainer dan seniman ternama, Anton Afganial. 

Peluncuran ini ditandai dengan pameran privat berkonsep tinggi dan instalasi interaktif, menerjemahkan bentuk arsitektural menjadi ekspresi busana yang hidup dan fungsional.

Koleksi kolaboratif ini menonjolkan kontras estetika yang memukau. 

Purana menghadirkan busana resort kelas atas yang anggun dengan siluet mengalir di mana coretan kuas ekspresif Anton tertanam langsung dalam motif dasarnya. 

Sebaliknya, Puragraph menarik perhatian lewat rangkaian atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) yang mengandalkan potongan struktural dan selembar statement patch dari potongan lukisan Anton yang dijahit dengan presisi.

Melalui lensa arsitektural Anton, aliran motif Purana dan dekonstruksi monokrom Puragraph menemukan suara yang seimbang dan menyatu.

"Livable Art adalah tentang bercerita lewat apa yang kita kenakan. Dengan menyematkan sapuan kuas 'Abundance' ke dalam motif dasar orisinal kami, kami menciptakan 'Livable Art' dalam arti sesungguhnya, seni yang tidak hanya Anda lihat, tetapi seni yang Anda tinggali dan rasakan sehari-hari,” kata Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana, saat Launching di YATS Colony, Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ruang bagi anak muda 

Maritza Putri, selaku Lead Designer sekaligus representasi Puragraph, mengatakan pihaknya fokus pada konstruksi mentah tanpa motif menyediakan garis-garis tenang namun kuat yang membiarkan statement patch artistik Anton melompat keluar dari kain dengan kontras luar biasa. 

“Ini memberi ruang bagi generasi muda kreatif untuk mengenakan karya seni ini sebagai lencana kehormatan yang langka," terang dia.

Sementara seniman Anton Afganial, merasa bangga telah diajak berkolaborasi bersama Purana.

Menurutnya koloborasi kali ini merupakan pencapaian yang luar biasa selama berkarir sebagai perupa.

“Inpsirasi lukisan kali ini adalah bentuk syukur yang saya transformasikan ke objek lukisan kemudian Purana ngajak saya untuk kolaborasi jadi satu kesatuan menjadi fashion. Ini bangga sih bisa diajakin Purana,” terang Anton.

Acara peluncuran privat ini dihadiri oleh para kurator kreatif terkemuka Yogyakarta, seniman,

VIP lokal, dan penentu tren, mengukuhkan kolaborasi ini sebagai salah satu pencapaian desain paling signifikan secara budaya tahun ini. (hda) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.