Projo Klarifikasi Prosesi Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, Tegaskan Tak Ada Unsur Politik
Kharisma Tri Saputra June 28, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) memberikan penjelasan terkait viralnya foto Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tampak menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung.

Prosesi tersebut menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah warganet mempertanyakan makna ritual yang dijalani Jokowi.

Bahkan, sebagian pihak mengaitkannya dengan dinamika politik nasional.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa prosesi tersebut murni merupakan bagian dari rangkaian pemberian gelar adat dan tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik.

"Ini prosesi pemberian gelar untuk Pak Jokowi yang dianggap tokoh negarawan yang berjasa untuk bangsa dan negara, khususnya oleh masyarakat adat Lampung. Tidak ada kaitannya dengan politik," kata Freddy saat dihubungi, Minggu (28/6/2026).

KASUS IJAZAH JOKOWI - Presiden ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). Jokowi menerima permintaan maaf Rismon Sianipar.
KASUS IJAZAH JOKOWI - Presiden ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). Jokowi menerima permintaan maaf Rismon Sianipar. (Kompas.com/Labib Zamani)

Baca juga: Analisis Jamiluddin Ritonga Soal Safari Jokowi di Kedatun Keagungan: Simbol Membuang Sifat Buruk

Menurut Freddy, gelar kehormatan tersebut diberikan oleh lima perwakilan masyarakat adat Lampung sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Jokowi selama memimpin Indonesia.

Meski demikian, saat dimintai penjelasan mengenai makna filosofis prosesi menginjak kepala kerbau, Freddy mengaku tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan secara rinci.

"Saya takut salah. Untuk makna prosesi itu sebaiknya ditanyakan kepada tokoh adat," ujarnya.

Selain memberikan klarifikasi terkait prosesi adat, Freddy juga memastikan belum ada agenda safari berikutnya yang akan dijalani Jokowi setelah kunjungan ke Lampung.

Ia mengatakan, Jokowi dijadwalkan langsung kembali ke kediamannya di Solo, Jawa Tengah.

"Belum ada kunjungan ke daerah lain yang terjadwal. Setelah dari Lampung, rencananya kembali ke Solo," jelasnya.

Freddy juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Jokowi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Cirebon, Jawa Barat. Namun, agenda tersebut terpaksa ditunda karena kendala teknis.

"Iya, kunjungan ke Cirebon ditunda. Untuk jadwal barunya masih belum ditentukan karena alasan teknis," pungkasnya.

Sebelumnya, foto Jokowi yang tampak meletakkan kaki di atas kepala kerbau dalam prosesi adat di Lampung menuai beragam tanggapan. Sejumlah tokoh politik dan pengamat turut memberikan pandangan berbeda mengenai makna simbolik dari ritual tersebut, sementara sejumlah pihak menegaskan prosesi itu merupakan bagian dari tradisi adat yang memiliki filosofi tersendiri.

Ada Kritik dari PDIP

Terpisah, politikus PDIP, Guntur Romli, mengkritik foto Jokowi yang menginjak kepala kerbau dalam acara di Lampung tersebut.

Menurutnya, hewan kurban dalam tradisi apapun seharusnya diperlakukan dengan hormat.

"Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," ujar Guntur ketika dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Guntur pun membandingkan perlakuan terhadap kerbau dengan tradisi atau budaya di wilayah lain seperti di Toraja.

Dia menilai apa yang dilakukan Jokowi adalah bentuk penghinaan.

"Misalnya kerbau di Toraja atau daerah-daerah lain kalau jadi bagian upacara, kepalanya/tengkoraknya akan diabadikan dalam kehormatan dan kebanggaan, bukan dihinakan seperti yang dilakukan dengan kaki Jokowi seperti itu," jelasnya.

Ia juga menganggap peletakan kaki di atas kepala hewan seperti yang dilakukan Jokowi adalah bentuk kesombongan.

"Sikap Jokowi yang menginjak kakinya di atas kepala kerbau/sapi itu bentuk kesombongan. Tapi biarkan rakyat yang menilai," kata Guntur.

Bantah Kaitan dengan Logo Banteng PDIP

Guntur pun membantah terkait anggapan bahwa kepala kerbau yang diinjak oleh Jokowi dikaitkan dengan lambag PDI Perjuangan yaitu kepala banteng.

Menurut dia, lambang PDIP adalah banteng, bukan kerbau atau sapi. 

"Lagipula logo PDI Perjuangan itu banteng, bukan kerbau, bukan sapi. Banteng itu satwa yang dilindungi yang tidak mungkin dijadikan kurban atau tumbal," tegasnya. 

Ia menyerahkan penilaian atas dokumentasi acara tersebut kepada masyarakat. 

"Kalau Jokowi mau mengekspresikan kesombongannya, biarlah masyarakat yang menilai," pungkas Guntur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.