TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kemeriahan mewarnai Dies Natalis Ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih, Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (25/6/2026).
Ratusan mahasiswa FKM Uncen hadir dalam kegiatan yang dibalut dengan acara talkshow untuk mengedukasi generasi muda agar terhindar dari HIV/AIDS, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba.
Acara semakin meriah, selain dihadiri para mahasiswa dan seluruh Civitas Akademika FKM Uncen, turut hadir para pelajar SD hingga SMA di Kota Jayapura untuk mendengarkan paparan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang mengusung tema "Bersama Cegah, Bersama Lindungi Generasi Bebas HIV/AIDS, Anti Kekerasan dan Anti Narkoba" itu tampak berbobot dengan hadirnya
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny Rafa Mulkiyah M Fakhri.
Baca juga: Ikatan Alumni FK Uncen Sosialisasikan Bahaya HIV/AIDS untuk Pelajar di Manokwari
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Cenderawasih, Dr Dirk YP Runtuboi, S.Pd., M.Kes., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-21 FKM Uncen.
Pada moment spesial ini, FKM tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di Bumi Cenderawasih, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda.
Menurutnya, selama 21 tahun berdiri, FKM Uncen telah menjalankan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Papua.
"Fakultas ini telah menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga keterampilan dan penguasaan ilmu yang mampu diterapkan untuk melayani masyarakat," ujarnya.
Dirk menjelaskan bahwa Papua dengan kondisi geografis yang beragam membutuhkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan siap mengabdi di berbagai wilayah, mulai dari daerah pegunungan, pesisir pantai, pulau-pulau, hingga kawasan perkotaan.
"Karena itu, kehadiran lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat Papua," katanya.
Ia menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, HIV/AIDS, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi tantangan yang dihadapi generasi muda.
"Persoalan-persoalan ini menjadi tantangan bagi anak-anak muda kita. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi yang melibatkan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, dan masyarakat," ujarnya.
Dia berharap para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang hadir dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik sehingga memperoleh pemahaman yang benar mengenai bahaya HIV/AIDS, kekerasan, dan narkoba.
"Kegiatan ini sangat positif karena mengajak generasi muda untuk menjaga masa depan mereka. Saya berharap seluruh peserta dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing," pungkasnya. (**)