Gaet Pebisnis dan Investor, IIE 2026 Perkuat Ekosistem Wisata Halal
Seno Tri Sulistiyono June 28, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan forum bisnis International Islamic Expo 2026 (IIE 2026) selama tiga hari di JICC Senayan, Jakarta, diyakini menjadi pemantik masuknya investor serta pebisnis industri halal dan wisata halal untuk membangun kolaborasi dengan mitranya di Indonesia.

Event business to business (B2B) yang diramaikan dengan pameran ini diikuti ratusan peserta dengan sekitar 45 diantaranya merupakan exhibitor dari sekitar 16 negara.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh di acara Welcome Dinner of The International Islamic Expo 2026, Jumat (26/6/2026) malam mengatakan, pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan IIE 2026 untuk memperkuat pariwisata ramah Muslim sekaligus memperluas kolaborasi dalam membangun ekosistem halal global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Baca juga: Industri Halal Sumbang 27 Persen PDB Nilainya Tembus Rp 4.900 Triliun, BPJPH Langsung Gandeng ESQ

"Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan, bertukar gagasan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan Muslim-friendly tourism dan ekosistem halal global," ujar Masruroh.

IIE 2026 mempertemukan pelaku industri pariwisata, penyelenggara perjalanan umrah dan haji, asosiasi, investor, buyer, serta perwakilan pemerintah dari berbagai negara. 

Karena itu Masruroh menilaiforum ini sangat strategis untuk memperkuat jejaring, mempromosikan destinasi, serta membuka peluang kerja sama investasi dan bisnis di sektor pariwisata ramah Muslim sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan Muslim-friendly tourism.

Dia menyebutkan, pertumbuhan wisatawan Muslim dunia membuka peluang yang semakin besar bagi destinasi yang mampu menghadirkan layanan berkualitas, pengalaman wisata yang autentik, serta lingkungan yang inklusif dan ramah bagi seluruh wisatawan.

Dengan kekayaan budaya, keindahan alam, keragaman kuliner, serta keramahan masyarakat, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu destinasi unggulan dalam pasar wisata ramah Muslim dunia.

Pengakuan internasional melalui Global Muslim Travel Index 2026 yang menempatkan Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim peringkat kedua dunia mencerminkan komitmen Indonesia dalam menghadirkan pariwisata berkualitas. 

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan mitra internasional dalam meningkatkan kualitas serta daya saing ekosistem pariwisata Indonesia," ujarnya.

Dr. Tr. (c) Rina Darmawan, Ketua DPD ASTINDO DKI Jakarta di acara talkshow IIE 2026, Sabtu, 27 Juni 2026 mengatakan, kota Jakarta harus siap bertransformasi menjadi penggerak ekonomi dan destinasi wisata global, khususnya wisata halal.

Para pembicara di acara diskusi ini menekankan, sektor pariwisata didorong menjadi pilar utama penopang ekonomi Jakarta di masa datang yang diperkuat melalui sinergi. 

Selain itu, ASTINDO DKI juga akan mendorong program kerja berdampak langsung pada pelaku UMKM, perhotelan serta transportasi lokal.

Direktur Utama PT Alia Kreasindo Mutia Andriastuti mengatakan, IIE 2026 diikuti 119 peserta dengan 45 lebih diantaranya merupakan peserta dari mancanegara termasuk dari Arab Saudi maupun negara-negara Muslim lainnya yang terbagi dalam zona domestik dan zona mancanegara.

Peserta IIE 2026 terdiri dari industri wisata Muslim, haji, dan umroh, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, penyedia visa, asuransi perjalanan, transportasi, hingga berbagai destinasi wisata internasional. 

Tiga hari penyelenggaraan, event ini menargetkan 22 ribu pengunjung dan pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri dengan target nilai transaksi Rp 115 miliar. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.