TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), terus berkomitmen menekan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan meluncurkan gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang diberi nama "Genting".
Pencanangan gerakan mulia ini dilaksanakan langsung di Lapangan Boki Hontinimbang, usai upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menjelaskan bahwa gerakan ini diinisiasi untuk mengikis habis angka stunting di Kotamobagu, yang hingga saat ini tercatat masih berada di angka 116 kasus.
Menurutnya, penanganan stunting tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan saja.
Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama para pejabat di lingkup Pemkot Kotamobagu.
"Mari kita bersama-sama mengkampanyekan gerakan orang tua asuh agar anak-anak kita yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pemenuhan gizi yang layak," ujar Weny.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Weny Gaib menyatakan dirinya siap menjadi orang tua asuh bagi 10 anak yang berisiko stunting.
Langkah ini juga diikuti oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Mangkat yang menyatakan kesiapan serupa.
Tak berhenti di situ, Sekretaris Daerah (Sekda), para asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, hingga sangadi (kepala desa) diharapkan ikut mengambil tanggung jawab ini sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Weny menambahkan, bantuan yang diberikan para orang tua asuh tidak harus bernilai besar. Hal yang paling utama adalah konsistensi dan kepedulian.
Bentuk Dukungan yang Diharapkan:
Ia juga menegaskan agar seluruh pimpinan perangkat daerah menjadikan gerakan "Genting" ini sebagai aksi nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Dengan keterlibatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), diharapkan tidak ada lagi anak di Kotamobagu yang telantar gizinya akibat kurangnya perhatian.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini, Pemkot Kotamobagu optimistis 116 kasus stunting yang tersisa dapat segera ditekan habis.
Kolaborasi kuat antara pemerintah, ASN, dunia usaha, dan elemen masyarakat dipercaya mampu melahirkan generasi Kotamobagu yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.