TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya meminta PT PLN (Persero) tidak melakukan pemadaman listrik, di sekolah selama jam pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar pelayanan dan verifikasi pendaftaran calon peserta didik di sekolah tidak terganggu. Pasalnya, selain pendaftaran jalur domisili yang dilakukan secara daring, sekolah juga tetap melayani verifikasi berkas bagi pendaftar jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.
"Memang kami sudah mencermati kondisi tersebut. Jauh hari sebelumnya kami juga sudah menyampaikan kepada PLN bahwa sedang berlangsung masa penerimaan murid baru," ujar Jayani usai meninjau pelaksanaan hari pertama SPMB 2026 di SMP Negeri 2 Palangka Raya, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, Disdik berharap hingga pukul 13.00 WIB atau selama jam pelayanan SPMB di sekolah tidak terjadi pemadaman listrik, khususnya di sekolah-sekolah yang sedang melaksanakan proses penerimaan murid baru via online.
"Harapan kami, setidaknya sampai pukul 13.00 WIB tidak ada pemadaman listrik, khususnya di wilayah sekolah-sekolah yang melaksanakan SPMB. Namun tentu sekolah juga sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kendala," katanya.
Jayani menjelaskan, untuk jalur domisili, pendaftaran dapat dilakukan secara daring menggunakan telepon genggam sehingga calon peserta didik tidak harus menggunakan komputer, laptop atau datang ke sekolah. Sementara itu, pendaftar jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi tetap datang ke sekolah untuk menyerahkan sekaligus memverifikasi dokumen persyaratan.
"Bisa. Pendaftaran tidak harus menggunakan komputer di sekolah, tetapi juga bisa dilakukan melalui telepon genggam," jelasnya.
Ia menerangkan, data yang dikirim calon peserta didik akan langsung tercatat di server. Apabila saat proses pengiriman terjadi pemadaman listrik atau gangguan jaringan sehingga data belum langsung masuk, sistem tetap akan merekam data tersebut.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Palangka Raya, Pedagang Ikan Hias Rugi Karna Ikan Mati
Baca juga: Kelulusan Peserta Didik, Kadisdik Palangka Raya Tekankan Perpisahan Sekolah Tak Berlebihan
"Ibarat mengirim SMS atau WhatsApp. Ketika tidak ada jaringan, pesan memang tertahan terlebih dahulu. Namun setelah jaringan kembali normal, data akan terkirim dan tetap diproses sesuai urutan waktu pengirimannya," jelas Jayani.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir apabila mengalami kendala jaringan atau pemadaman listrik saat melakukan pendaftaran secara daring. Menurutnya, sistem tetap akan memproses data sesuai waktu pengiriman sehingga calon peserta didik tidak dirugikan.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.