Pemprov Sulbar Jadikan SAQBE Forum Masukan Kebijakan untuk Naikkan Nilai Tambah Komoditas Unggulan
Ilham Mulyawan June 29, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana mengatakan, Sandeq Business, Investment and Economic (SAQBE) Forum 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat memiliki peran strategis karena menghadirkan berbagai pemikiran dari seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan ekonomi.

Hal ini diungkapkan Junda saat membuka forum ini di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Senin (29/6/2026).

Baca juga: BI Sulbar Gandeng BUMDes dan Eratkan KAD Perkuat Ketahanan Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Baca juga: Progres Sensus Ekonomi 2026 di Polman Capai 15 Persen, BPS Terjunkan 489 Petugas

Kata Junda, forum tersebut juga menjadi wadah menghimpun gagasan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi nonpemerintah (NGO).

Rekomendasi yang lahir dari forum tersebut akan menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

"Untuk kita menjadikan bahan dalam mengambil sebuah kebijakan," kata mantan Kepala Bapperida Sulawesi Barat itu.

Junda menjelaskan, kondisi ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama. 

Meski demikian, Sulawesi Barat masih mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan tingkat inflasi sebesar 1,99 persen yang berada dalam kisaran target, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,3 persen.

Ia mengatakan, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

"Yang menjadi tantangan kita ke depan adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi yang kita miliki ini. Ini betul betul dinikmati oleh masyarakat kita," ujarnya menambahkan.

Naikkan Nilai Tambah

Pemerintah Sulawesi Barat kata dia, terus mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas unggulan daerah. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka lapangan kerja, sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Komoditas kakao, kopi, hasil pertanian lainnya, hingga sektor perikanan menjadi fokus pengembangan melalui hilirisasi agar tidak lagi dipasarkan hanya dalam bentuk bahan baku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.