Proses Pembangunan Simpang Patih Kota Batu Memasuki Tahap Penataan dan Pengosongan
Eko Darmoko June 29, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pemkot Batu kini terus mematangkan pembangunan Simpang Empat Panglima Sudirman-Trunojoyo-Indragiri-Hasanudin (Patih).

Kini proyek strategis daerah itu telah memasuki tahap penataan dan pengosongan area pengerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan tahap penataan dan pengosongan ini difokuskan untuk persiapan pekerjaan fisik proyek.

Pada tahap pengosongan ini, Pemkot Batu menggandeng banyak pihak, termasuk melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Untuk pengangkutan meja, kursi, lemari, dan berbagai perabot ke kendaraan dibantu Dinas Lingkungan Hidup."

"Kemudian Satpol PP mendukung pengamanan serta ketertiban kegiatan, sementara tim DPUPR ikut membantu warga membereskan dan memindahkan barang ke lokasi tujuan masing-masing,” kata Esty Dwiastuti kepada SURYAMALANG.COM, Senin (29/6/2026).

Baca juga: Tewas di Bandara Juanda, Viral Kebersamaan ASN Bangkalan dan Pria Misterius di Alun-alun Kota Batu

Selain melibatkan dinas terkait, DPUPR juga dibantu unsur kewilayahan yang terdiri dari pihak Kecamatan Batu, Desa Sumberejo, Kelurahan Songgokerto dan Desa Pesanggrahan.

Kedatangan mereka untuk memberikan penjelasan mengenai tahapan pekerjaan sekaligus manfaat pembangunan yang akan dirasakan.

“Pemerintah juga bagian dari masyarakat."

"Kita melewati jalan yang sama, merasakan perkembangan kota yang sama, dan nantinya menikmati manfaat pembangunan bersama,” jelasnya.

Menurut Esty, penataan kawasan Simpang Empat nantinya diharapkan dapat membuat kawasan ini lebih tertata, mudah diakses masyarakat maupun wisatawan serta lebih aman.

“Kawasan yang semakin tertata, aman, dan mudah diakses diharapkan memperkuat daya tarik Kota Wisata Batu, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang bagi UMKM, pedagang, dan pelaku usaha lokal agar semakin dikenal dan berkembang,” ujarnya.

Rencananya proyek preservasi Simpang empat Patih akan dikerjakan selama 150 hari.

Baca juga: Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Desa Selorejo Malang Gelar Kirab Puluhan Gunungan Jeruk dan Opak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.