Skenario Jahat Nenek di Purwokerto, Tega Habisi Kakek Demi Menikahi Pria Lain
Daniel Ari Purnomo June 29, 2026 08:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Keinginan memiliki pasangan hidup baru diduga menjadi motif utama di balik kasus pembunuhan tragis yang menggemparkan warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Kasus pembunuhan berencana terhadap seorang kakek berinisial EMS (67) tersebut kini telah menemukan titik terang.

Polisi resmi menetapkan istri korban sendiri, IF alias Y (61), sebagai tersangka utama dalam perkara ini.

Baca juga: Terungkap, Istri Korban Jadi Pelaku Pembunuhan Kakek di Arcawinangun Banyumas

Pengungkapan kasus berhasil dilakukan Satres PPA/PPO Polresta Banyumas setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif, pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga gelar perkara.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi, menjelaskan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya yang berlokasi di Jalan Masjid Baru, Arcawinangun, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Pengungkapan kasus bermula dari adanya laporan warga yang merasa curiga dengan penyebab kematian korban.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri, IF alias Y (61). Penetapan ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," kata Petrus kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/6/2026).

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan indikasi kuat bahwa tersangka tidak hanya mengetahui peristiwa tersebut, tetapi diduga turut serta merencanakan dan melaksanakan pembunuhan terhadap suaminya sendiri.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga kuat berkaitan dengan keinginan tersangka menjalin hubungan hingga menikah dengan pria lain. Polisi saat ini menyebut penanganan terhadap pihak lain yang terlibat masih terus dilakukan dalam berkas perkara yang terpisah.

Kapolresta menjelaskan, dugaan pembunuhan itu bukanlah tindakan spontan, melainkan sudah dipersiapkan sebelumnya.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan turut serta menghilangkan nyawa korban secara terencana. Ini bukan tindakan spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya," ujarnya.

Peristiwa ini terungkap setelah seorang warga berinisial S (54) mendatangi pelapor, MIA (40), dan mengabarkan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya. Saat pelapor mendatangi lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan luka lebam di bagian kepala serta mengeluarkan darah dari telinga.

Seiring berjalannya penyelidikan, polisi mulai menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya adalah keterangan tersangka yang berubah-ubah dan tidak konsisten, termasuk mengenai hilangnya sepeda motor milik korban.

Saat dilakukan pengecekan di lokasi, petugas mendapati garasi rumah justru dalam keadaan terkunci, yang memunculkan dugaan adanya rekayasa terkait hilangnya kendaraan tersebut.

"Dari situ, warga bersama perangkat setempat sepakat melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kami kemudian melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga akhirnya mengerucut pada penetapan tersangka," jelas Petrus.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban yang berlumuran darah, seprei, potongan kayu, pisau, kabel wifi, rekaman CCTV yang disimpan di dalam flashdisk, dokumen pribadi, serta telepon genggam milik tersangka.

Sementara itu, sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat ini masih dalam proses pencarian dan pengembangan oleh penyidik. Polisi juga tengah menunggu hasil autopsi terhadap jenazah korban sebagai upaya memperkuat konstruksi hukum.

"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Setiap perkembangan akan kami laporkan secara berjenjang," tegas Kapolresta.

Penyidik hingga kini masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut, termasuk mengembangkan motif serta rangkaian peristiwa yang mengakibatkan korban kehilangan nyawanya. (jti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.