Masjid Qiblatain, Saksi Perpindahan Arah Kiblat Umat Islam
Sakinah Sudin June 29, 2026 09:22 PM

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi sejarah yang paling banyak dikunjungi jamaah haji dan umrah saat berada di Madinah, Arab Saudi. 

Masjid ini dikenal sebagai tempat turunnya perintah Allah SWT untuk mengubah arah kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.

Masjid yang berjarak sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi ini berada di kawasan yang pada masa Rasulullah SAW merupakan permukiman Bani Salimah, salah satu kabilah Anshar yang setia mendukung dakwah Islam.

Karena itu, masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Bani Salimah.

Pada masa awal Islam, umat Muslim melaksanakan salat dengan menghadap Baitul Maqdis.

Rasulullah SAW kemudian senantiasa berdoa agar Allah SWT menetapkan Ka'bah sebagai Kiblat umat Islam.

Seorang muthawif di Madinah, Ibrahim El Haq menjelaskan, peristiwa perpindahan kiblat terjadi ketika Rasulullah SAW sedang melaksanakan salat Zuhur atau Asar.

"Ketika Rasulullah SAW sedang melaksanakan salat Zuhur atau Asar pada rakaat kedua, turun perintah Allah SWT agar arah kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah di Makkah," kata Ibrahim,Minggu (28/6/2026).

"Saat itu juga Rasulullah langsung berputar menghadap Ka'bah dan para makmum mengikuti beliau," imbuhnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.

Rasulullah SAW tidak mengakhiri salat dengan salam, melainkan langsung berputar sekitar 180 derajat pada rakaat kedua untuk menghadap Ka'bah. 

Sejak saat itu, arah kiblat umat Islam resmi berpindah ke Masjidil Haram dan terus digunakan hingga sekarang.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mempertahankan sebuah mihrab kecil sebagai penanda arah kiblat pertama menuju Baitul Maqdis. 

Sementara itu, mihrab utama tetap menghadap Ka'bah di Makkah dan digunakan untuk pelaksanaan salat.

Bagi jamaah haji dan umrah, mengunjungi Masjid Qiblatain bukan sekadar wisata religi. 

Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memahami salah satu peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam sekaligus meneladani ketaatan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam melaksanakan setiap perintah Allah SWT. (hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.