TRIBUNTRENDS.COM - Harapan ribuan warga di Desa Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, untuk bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) harus pupus di saat-saat terakhir.
Setelah menunggu sejak pagi dan mengikuti berbagai persiapan yang telah dilakukan selama berminggu-minggu, masyarakat justru menerima kabar bahwa agenda kunjungan Jokowi dibatalkan.
Kekecewaan pun tidak terbendung. Warga yang telah memenuhi lokasi acara memilih menolak paket sembako yang sedianya akan dibagikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Bahkan, sejumlah atribut bergambar Jokowi yang sebelumnya dipasang untuk menyambut kedatangannya ikut dicopot sebagai bentuk kekecewaan atas batalnya agenda tersebut.
Baca juga: Jokowi Blusukan ke Lampung Demi PSI, Temui Ribuan Santri dan Kiai, PDIP: Semua Punya Hak yang Sama
Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelumnya dijadwalkan menyapa masyarakat Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, pada Minggu (28/6/2026).
Namun hingga waktu yang telah ditentukan, Jokowi tidak hadir di lokasi.
Ketidakhadiran tersebut membuat ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi mengaku kecewa.
Sebagai bentuk ungkapan kekecewaan, sejumlah warga menolak paket sembako yang telah disiapkan panitia untuk dibagikan kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, beberapa spanduk bergambar Jokowi yang terpasang di kawasan Taman Purbakala, lokasi utama yang dijadwalkan menjadi titik kunjungan, turut dicopot.
Panitia penyelenggara juga melepas tanda pengenal kepanitiaan yang mereka kenakan, kemudian membuangnya ke tanah sebagai bentuk kekecewaan setelah mempersiapkan kunjungan tersebut selama kurang lebih satu bulan.
Tokoh Adat Pugung Raharjo, Ahmad Kausar p.n. Pagar Alam, mengatakan seluruh rangkaian persiapan telah dilakukan secara maksimal sesuai arahan dari tim Jokowi.
"Terkait kunjungan Bapak Jokowi Presiden ke tujuh, kami dari seluruh masyarakat adat Sekapung Limo Mego bahwa kami telah mempersiapkan acara ini satu demi satu tahapan, sesuai dengan setandar dan SOP yang diberikan oleh tim Bapak Jokowi dari Pusat," ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, seluruh masyarakat adat bersama panitia telah mengikuti setiap tahapan persiapan sesuai standar operasional yang telah ditentukan.
Baca juga: Jokowi Turun Gunung Demi PSI Usai Kondisi Kesehatan Membaik, Lampung, NTT dan Jawa Barat Jadi Tujuan
Ahmad Kausar menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya lebih mengharapkan kehadiran Jokowi secara langsung dibandingkan bantuan yang telah dipersiapkan.
Karena itulah, warga memilih menolak paket sembako yang dititipkan untuk dibagikan kepada masyarakat.
"Tadi di mana-mana seperti kita lihat sembako dipecahkan, warga tidak mau itu (sembako), yang mereka mau Bapak Jokowi hadir di tengah-tengah kita," tegasnya.
Menurutnya, bagi masyarakat, kehadiran Jokowi memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan bantuan berupa paket sembako.
Informasi mengenai pembatalan kunjungan sempat memicu ketegangan di lokasi acara.
Situasi memanas setelah perwakilan yang menyampaikan kabar pembatalan tidak dapat memberikan penjelasan mengenai alasan Jokowi batal hadir.
Kondisi tersebut perlahan kembali kondusif setelah para pemuka adat turun langsung menemui masyarakat dan memberikan penjelasan kepada warga yang telah menunggu sejak pagi.
Baca juga: Jokowi Turun Gunung Demi PSI, Siap Blusukan Lagi Sampai ke Desa-Desa Demi Menangkan Kaesang cs
Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungan ke Kabupaten Lampung Timur, Jokowi dijadwalkan mengikuti kirab budaya di Desa Pugung Raharjo.
Selain itu, ia juga direncanakan mengunjungi Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa di Kecamatan Way Jepara.
Namun, agenda tersebut mengalami perubahan.
Pada hari ketiga kunjungannya di Provinsi Lampung, Jokowi hanya melaksanakan kegiatan di sejumlah lokasi di Kabupaten Lampung Tengah.
***
(TribunTrends/TribunLampung)