TRIBUNWOW.COM - Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Desky beri analisanya mengenai gaya main bek anyar Persib Bandung, Gabriel Mutombo, duplikasi Federico Barba?
Dilansir TribunWow.com, Persib Bandung belum lama ini umumkan kedatangan bek asing berkebangsaan Prancis, Gabriel Mutombo dari Ratchaburi FC.
Musim lalu, bek berpaspor Republik Demokratik Kongo itu bermain di ajang Thai League bersama Ratchaburi FC dengan catatan 34 pertandingan.
Bersama Ratchaburi FC, Gabriel Mutombo sukses antarkan tim tembus babak semifinal AFC Champions League Two 2025/2026.
Baca juga: Kode Besar di Balik Ofisial Gabriel Mutombo oleh Persib Bandung: Selain Peralta, 1 Nama Terindikasi
Serta berhasil amankan posisi ketiga di kompetisi Thai League di bawah Buriram United dan Port FC.
Hadirnya Gabriel Mutombo diperuntukkan guna ganti Federico Barba yang putuskan angkat kaki dari Persib Bandung pada musim 2026/2027.
Sudah tentu, ekspetasi tinggi bakal diberikan kepada Gabriel Mutombo untu bisa tampil lebih apik ketimbang Federico Barba musim lalu.
Meski begitu, Bobotoh tak perlu risau, pengalaman Gabriel Mutombo bersua dengan Persib Bandung di babak 16 besar AFC Champions League Two musim lalu bisa jadi dasarnya untuk segera beradaptasi.
Lebih lanjut, keputusan Persib Bandung amankan Gabriel Mutombo sama halnya ketika mereka amankan Tyronne del Pino dari Port FC.
Di mana saat itu, Frans Putros merupakan lawan Persib Bandung di level asia, begitu pun juga dengan Gabriel Mutombo saat ini.
Menilik laman resmi Persib Bandung, Gabriel Mutombo merupakan rekomendasi tim kepelatihan Maung Bandung sebagai kebutuhan teknis yang diperuntukkan guna siasati padatanya jadwal kompetisi musim depan.
Lantas, bagaimana sejatinya gaya main serta statistik Gabriel Mutombo dalam beberapa musim terakhir?
Baca juga: Siapa Gabriel Mutombo? Bek Baru Persib Ternyata Lulusan Akademi Olympique Lyon
Menurut pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Desky, rentang usia 29-32 tahun, Gabriel Mutombo tak memiliki perubahan statistik yang terlalu signifikan.
Berbeda jika dibandingkan saat dirinya berusia 19 atau 20 tahun yang saat itu masih mengalami perkembangan pesat dari musim per musim.
Sementara saat ini, Gabriel Mutombo terbilang sudah memasuki usia matang yang tentu secara statistik cenderung lebih stabil.
"Contohnya seperti Lamine Yamal atau Lionel Messi saat muda. Statistik mereka berkembang sangat cepat hingga memasuki usia emas, beda jika sudah memasuki usia puncak dan Gabriel Mutombo di posisi 30 tahun pergeseran dari tahun ke tahun tidak akan signifikan," ulas Tommy Desky dalam kanal Youtube nya, Senin (29/6/2026).
Berikut analisa selengkapnya Tommy Desky terkait Gabriel Mutombo:
Bukan Bek Asal Buang Bola atau Clearances
Poin pertama terkait dengan distribusi bola Gabriel Mutombo.
Menilik dari passing map, Mutombo merupakan tipe bek yanng bukan asal buang bola atau clearances.
"Dari passing map, terlihat bahwa Mutombo bukan tipe bek yang asal membuang bola. Ia mencatat rata-rata 33,6 operan per 90 menit dengan akurasi hampir 88 persen," lanjutnya.
Selain itu, Gabriel Mutombo bukan lah bek bertipikal oper samping atau back pass.
Itu dapat dilihat dari catatan progressive passes (umpan ke depan) yang mencapai 5,3.
"Yang lebih menarik lagi, ia membuat sekitar 5,3 progressive passes setiap pertandingan. Artinya, ia bukan bek yang hanya mengoper ke samping atau ke belakang," bebernya.
Pandai Beri Long Pass Lewati Garis Tekanan Lawan
Analisa kedua terkait dengan kepandaian Gabriel Mutombo dalam memberikan umpan panjang atau long pass.
Di mana, bek jebolan Liga Prancis itu kerap kirim bola melewati garis tekanan musuh.
Dengan rata-rata catatkan 5 kali setiap pertandingan dibukukan Gabriel Mutombo.
"Mutombo cukup sering mengirim bola melewati garis tekanan lawan. Rata-rata lima kali setiap pertandingan. Kemampuan seperti ini tentu sangat membantu Persib ketika menghadapi tekanan tinggi atau high press dari lawan," jelas Tommy.
Catatan itu serupa dengan Federico Barba yang juga dikenal pandai dalam melakukan long pass ketika mendapatkan tekanan tinggi dari lawan.
Kelihaian itu bisa jadi pemecah tekanan tinggi lawan melalui umpan progresif atau permainan bypass.
Menurut Tommy, poin kedua yang dimiliki oleh Gabriel Mutombo yakni kedisiplinannya dalam jaga posisi atau areanya.
"Jika melihat heat map, ia hampir selalu menerima bola di area bek kiri dan jarang naik terlalu tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan tipe bek tengah yang menjaga struktur pertahanan. Ia tidak terlalu sering keluar posisi untuk mengejar lawan," jelasnya.
Dengan kedisiplinan itu, maka rekan Mutombo bakak memiliki ruang gerak yang lebih bebas.
Ketiga terkait dengan kemampuan atau cara defensive dari Gabriel Mutombo.
Gabriel Mutombo dikenal sebagai bek yang jumlah tekel dan intersepnya tidak terlalu tinggi.
Itu bukan sebuah kelemahan melainkan karena skema yang dimainkan oleh Ratchaburi FC musim lalu lebih bermain proaktif.
"Perhatikan visual defensive actions. Jumlah tekel dan intersepsinya memang tidak terlalu tinggi. Hal ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa Ratchaburi FC bermain lebih proaktif," ujar pengamat kelahiran Aceh Tenggara tersebut.
Catatan tekel dan intersep tinggi dibukukan seorang bek jika timnya menerapkan gaya bermain sangat reaktif.
"Berbeda jika sebuah tim bermain sangat reaktif. Pada tim yang bermain reaktif, biasanya jumlah tekel, intersepsi, dan aksi bertahan lainnya akan lebih tinggi. Pada Gabriel Mutombo justru sebaliknya. Namun ini bukan kelemahan. Hal tersebut lebih berkaitan dengan gaya bermain timnya," lanjut Tommy membeberkan.
Untuk catatan statistik, rata-rata per laga Gabriel Mutombo bukukan 1 kali tekel.
Bahkan untuk intersepnya kurang dari satu per laga.
Namun sebaliknya, untuk catatan clearances Mutombo mencapai 4 per pertandingan.
"Dan perlu diingat, banyak orang menganggap bek hebat adalah bek yang memiliki banyak tekel. Padahal justru bek yang memiliki positioning bagus biasanya tidak perlu terlalu sering melakukan tekel. Tekel dilakukan ketika situasi sudah mendesak atau untuk menghentikan ancaman secara langsung. Bek dengan positioning yang baik mampu menutup ruang sebelum lawan masuk ke area berbahaya," seru pengamat berusia 28 tahun itu.
Gabriel Mutombo merupakan bek yang memiliki karakter ingin build up serangan dari bawah.
"Kemungkinan besar Persib ingin membangun serangan dari belakang," ujarnya.
Alasan analisa itu terkait dengan penggabungan seluruh data Gabriel Mutombo mulai dari akurasi umpan, progressive pass dan kedisiplinan posisi.
"Jika seluruh datanya digabungkan, Mutombo memiliki akurasi umpan tinggi, jumlah progressive pass yang baik, dan disiplin posisi. Profil seperti ini memang cocok untuk tim yang ingin melakukan build-up dari lini belakang. Jadi saya melihat Gabriel Mutombo direkrut bukan hanya karena kuat dalam duel, tetapi juga karena mampu menjadi titik awal pembangunan serangan Persib," lanjutnya.
Postur Gabriel Mutombo yang mencapai 191 cm memudahkannya dalam melakukan duel udara.
Bek dengan postur menjulang seperti Mutombo dibutuhkan Persib Bandung terlebih mereka bakal berlaga di ajang AFC Champions League Two.
Musim lalu, beberapa kali heading bek kelahiran Villeurbranne, Prancis itu merepotkan lini belakang Persib Bandung.
"Sekarang kita lihat posturnya. Gabriel Mutombo memiliki tinggi 191 cm. Dengan postur tersebut, tentu diharapkan ia unggul dalam duel udara. Saat menghadapi Persib di AFC Champions League Two musim lalu, beberapa kali sundulannya sempat merepotkan lini pertahanan Persib," beber Tommy.
Lantas, apa kesimpulan analisa dari seorang Tommy Desky terkait Gabriel Mutombo?
Kesimpulan terkait Gabriel Mutombo di mata Tommy Desky, bek yang juga bisa dimainkan di posisi bek kiri itu merupakan palang pintu menjanjikan bagi Persib Bandung.
Pengalamannya bermain di kompetisi Eropa dan Thailand jadi modal pentingnya.
"Jadi kesimpulannya, Gabriel Mutombo adalah bek yang sangat menjanjikan. Pengalamannya bermain di Ratchaburi FC maupun di beberapa kompetisi Eropa menjadi modal yang sangat penting. Bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi pengalaman dan mentalitas. Pengalaman tersebut diharapkan bisa memberikan pengaruh positif kepada pemain-pemain Persib, terutama ketika menghadapi pertandingan-pertandingan penting di level Asia," pungkasnya.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)

