SOSOK dr Icha : Dokter yang Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Cekcok dengan Anggota DPRD
Ardhi Sanjaya June 30, 2026 11:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Di mata keluarga, dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha dikenal sebagai sosok yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

Ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni mengatakan, sejak kecil putrinya dibesarkan dalam keluarga yang menanamkan nilai kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab.

Namun, bersamaan dengan itu, keluarga juga mengajarkan pentingnya melayani sesama dengan kasih dan penuh penghormatan.

"Anak saya kami didik tegas dan keras dalam bekerja. Kalau menjalankan tugas harus bukan hanya optimal, tetapi maksimal. Tetapi kami juga selalu mengajarkan supaya tidak kasar kepada siapa pun, melayani dengan kasih, melayani dengan cinta, dan melayani dengan kasih sayang,"kata Gabriel saat diwawancarai sejumlah wartawan usai pemakaman jenazah dokter Icha, Senin (29/6/2026) siang.

Menurut Gabriel, nilai-nilai tersebut selalu dipegang teguh dr. Icha selama mengabdikan dirinya sebagai dokter.

Karier dr. Icha Gabriel juga mengenang perjalanan pengabdian putrinya di Kabupaten Timor Tengah Utara. Ia mengatakan, dr. Icha telah mengabdi selama lebih dari 2 tahun dan hampir memasuki tahun ketiga sebagai dokter di wilayah tersebut.

Kariernya dimulai di Puskesmas Ponu sebelum dipindahkan ke Puskesmas Mamsena, kemudian melanjutkan tugas di Puskesmas Bitefa. Selain bertugas di puskesmas, dr. Icha juga mengantongi izin praktik sebagai dokter di RS Leona Kefamenanu.

Bagi keluarga, seluruh perjalanan pengabdian itu dijalani dengan penuh dedikasi dan semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat hingga akhirnya terhenti secara tragis.

Kini, keluarga berharap proses penyelidikan dan investigasi yang sedang berlangsung dapat dilakukan secara objektif, transparan dan menyeluruh sehingga seluruh fakta dapat terungkap serta keadilan yang diharapkan almarhumah dapat terwujud.

Dugaan intimidasi saat bertugas Untuk diketahui, sebelum meninggal dunia, dr. Icha menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami intimidasi saat bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu ketika menangani seorang pasien anak korban gigitan ular.

Paman almarhumah, Victor Manbait, mengatakan seluruh tindakan medis yang dilakukan dr. Icha telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit dan arahan dokter spesialis yang khusus menangani pasien yang digigit ular.

Namun, situasi disebut memanas ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu yang menurut pertimbangan medis belum direkomendasikan dan tidak tersedia di rumah sakit.

Victor menuturkan, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi ruang pelayanan dan mempertanyakan penanganan medis dengan nada tinggi. Salah seorang di antaranya disebut sempat menunjuk wajah dr. Icha saat meminta penjelasan.

Menurut Victor, peristiwa tersebut meninggalkan trauma dan tekanan psikologis yang mendalam bagi almarhumah.

“Dokter Icha mengaku masih ketakutan dan mengalami tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” kata Victor.

Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam peristiwa tersebut, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap dr. Icha maupun tenaga kesehatan lainnya.

Therensius mengatakan, dirinya memang sempat berbicara dengan nada tinggi karena situasi saat itu berlangsung dalam kondisi panik. Namun, ia menegaskan hal tersebut bukan merupakan bentuk intimidasi. Sementara itu, Norbertus Tubani menyatakan, dirinya bersama Therensius hanya meminta penjelasan mengenai kondisi pasien.

Menurut Norbertus, setelah memperoleh penjelasan dari dokter, keduanya menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada Direktur RS Leona, dokter, dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

Sementara anggota DPRD lainnya Veronika Lake, memberikan klarifikasi terkait namanya yang dikaitkan dengan peristiwa di RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 yang belakangan menjadi sorotan setelah meninggalnya dr. Icha.

Veronika menegaskan kehadirannya di rumah sakit bukan kunjungan yang direncanakan, melainkan hanya ikut singgah bersama rombongan anggota DPRD untuk menjenguk seorang pasien korban gigitan ular berbisa.

Ia mengaku baru masuk ke ruang perawatan setelah melihat perdebatan antara dua anggota DPRD dan seorang dokter telah berlangsung. Menurutnya, dirinya hanya menanyakan tindak lanjut penanganan pasien dan standar pelayanan rumah sakit.

Veronika juga meluruskan ucapannya yang sempat menjadi sorotan, yakni “panggil wartawan saja”. Ia mengatakan pernyataan itu dimaksudkan sebagai usulan agar pelayanan rumah sakit mendapat perhatian publik demi evaluasi dan perbaikan, bukan ditujukan kepada dr. Icha secara pribadi.

 Ia menambahkan, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui penjelasan dari manajemen rumah sakit, sementara dua anggota DPRD yang terlibat juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rumah sakit dan dr. Icha.

Veronika menegaskan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan keterangan apabila diminta oleh penyidik. Ia juga kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dr. Icha.

Kasus meninggalnya dr. Icha menjadi perhatian masyarakat luas karena dinilai berkaitan dengan perlindungan tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya serta pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan keluarga pasien dalam situasi darurat.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya dr. Icha masih dalam penyelidikan Polres Timor Tengah Utara dan Polres Kupang. Kontak bantuan Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.