Jakarta (ANTARA) - Petenis Serbia Novak Djokovic memastikan tempat di babak kedua Wimbledon 2026 untuk bertemu petenis Yunani Stefanos Tsitsipas setelah melewati perlawanan sengit petenis China Wu Yibing pada babak pertama di All England Club, London, Selasa WIB.

Djokovic dipaksa bermain selama tiga jam 11 menit oleh Wu yang tampil tanpa rasa gentar dengan melancarkan pukulan-pukulan agresif. Namun, juara Grand Slam 24 kali itu berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4, 5-7, 6-4, 6-4.

"Pertandingan hari ini benar-benar sangat menantang. Wu pantas mendapatkan tepuk tangan atas penampilan luar biasanya," kata Djokovic seusai pertandingan dikutip dari ATP.

"Saya senang bisa menang, tetapi sejujurnya saya tidak merasa terlalu segar. Pertandingan ini sama sekali tidak terasa seperti laga babak pertama," ujar dia menambahkan.

Wu, yang sebelumnya menyebut Djokovic sebagai "GOAT" dalam wawancara pra-turnamen, mendapat dukungan meriah dari penonton Centre Court. Setiap kali petenis berusia 26 tahun itu mencetak winner, sorakan panjang "Wuuuuuu" bergema di stadion dan membuat atmosfer pertandingan semakin semarak.

Meski terus berada di bawah tekanan, Djokovic kembali menunjukkan pengalamannya di turnamen Grand Slam. Setelah kehilangan set kedua, mantan petenis nomor satu dunia itu bangkit untuk merebut set ketiga sebelum tampil solid pada set keempat.

Djokovic berhasil menggagalkan enam peluang break point pada set keempat, termasuk tiga break point berturut-turut saat tertinggal 2-3. Ia kemudian mendapatkan break krusial pada gim kesembilan setelah memaksa Wu melakukan kesalahan.

Djokovic mengatakan perubahan kondisi pertandingan setelah atap Centre Court ditutup turut mempengaruhi jalannya laga karena permukaan rumput menjadi lebih lembap dan licin.

"Rasanya seperti memainkan dua pertandingan yang berbeda, satu saat atap terbuka dan satu lagi setelah ditutup," ujar Djokovic.

Djokovic mengaku terkejut dengan kualitas permainan Wu yang dinilainya tampil sangat konsisten dari berbagai aspek.

Secara khusus Djokovic menyoroti kualitas pukulan pengembalian servis, forehand hingga backhand dari Wu.

"Pada beberapa momen dia hampir tidak memiliki kelemahan. Saya juga beruntung dia gagal memanfaatkan beberapa peluang break. Saya bahkan merasa bisa saja kehilangan set keempat karena dia memiliki begitu banyak kesempatan," katanya.

Pertandingan melawan Wu menjadi laga pertama Djokovic di lapangan rumput musim ini sekaligus turnamen level ATP kelimanya sepanjang 2026. Sejauh musim ini, pencapaian terbaik petenis Serbia tersebut adalah menembus final Australian Open.

Kemenangan tersebut membuat Djokovic memperpanjang catatan sempurnanya menjadi 21 kemenangan tanpa kalah pada laga babak pertama Wimbledon.

Petenis berusia 39 tahun itu tengah memburu gelar Wimbledon kedelapan yang akan menyamai rekor gelar tunggal putra milik Roger Federer.

Djokovic belum lagi mengangkat trofi di All England Club sejak menjadi juara pada 2022 setelah kalah pada final edisi 2023 dan 2024 dari Carlos Alcaraz, serta tersingkir di semifinal 2025 setelah dikalahkan Jannik Sinner.

Pada babak kedua, Djokovic akan bertemu Tsitsipas. Ia mendominasi catatan pertemuan mereka dengan keunggulan 12-2, meski keduanya belum lagi bertemu sejak Olimpiade Paris 2024.