TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Transaksi digital kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, termasuk bagi pekerja lepas (freelancer) yang membutuhkan kemudahan dalam mengatur arus keuangan.
Salah satunya dirasakan Fitri (29), warga Jambi yang memanfaatkan layanan digital BRI untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Sebagai freelancer dengan pendapatan yang tidak menentu setiap bulannya, Fitri sengaja memisahkan rekening khusus untuk kebutuhan belanja dan transaksi harian.
"Memang sengaja bedakan, kalau BRI khusus untuk belanja dan transaksi. Karena bisa pantau uang keluar di mutasi," ujarnya.
Menurut Fitri, fitur mutasi rekening memudahkannya mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan.
Hal itu penting karena penghasilannya berasal dari komisi pekerjaan yang nominalnya berbeda-beda setiap bulan.
Ia mengaku setiap kali menerima komisi, dana tersebut langsung dibagi sesuai kebutuhan.
Baca juga: Dari Tugas Kuliah Jadi Peluang Bisnis, Raa Bucket Jambi Manfaatkan Transaksi Digital BRI
Baca juga: Cookies Kekinian dari Jambi, All About Cookie Manfaatkan Layanan Digital BRI
Sebagian disimpan sebagai tabungan, sementara sisanya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Karena pemasukan tidak tetap, jadi setiap ada komisi langsung saya pisahkan untuk tabungan dan kebutuhan harian. Jadi lebih mudah mengatur keuangan," katanya.
Selain membantu mengelola keuangan, Fitri juga menilai transaksi digital melalui BRI lebih cepat dan praktis.
Ia memanfaatkan layanan tersebut untuk berbelanja menggunakan QRIS, melakukan transfer, membayar tagihan, hingga top up dompet digital.
"Semuanya lebih cepat, mulai dari transfer, bayar tagihan, belanja pakai QRIS sampai top up," jelasnya.
Menurutnya, kemudahan memantau pemasukan dan pengeluaran melalui aplikasi perbankan dapat membantu siapa saja mengatur keuangan dengan lebih baik, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap seperti freelancer.
Sementra itu, BRI mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi merchant dan QRIS.
Secara nasional, volume transaksi merchant BRI mencapai Rp67,9 triliun atau tumbuh 26,5 persen.
Dan nilai transaksi QRIS tercatat sebesar Rp30,5 triliun atau meningkat 7,6 persen.
Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Jambi, Mochamad Chandra Ariesta,
mengatakan jumlah pengguna QRIS BRI di wilayah Jambi dan supervisi saat ini mencapai sekitar 20.958 pengguna.
Menurutnya, penggunaan QRIS di Jambi masih didominasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Pengguna QRIS paling banyak berasal dari sektor kuliner, pedagang pasar, usaha wisata dan suvenir, hingga pedagang kecil seperti sewa sepeda, jajanan, dan toko retail kecil," ujarnya.
Chandra menjelaskan tren penggunaan QRIS di Jambi mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir.
Pengguna transaksi digital masih didominasi kalangan usia produktif dan anak muda yang telah akrab dengan mobile banking. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Dari Tugas Kuliah Jadi Peluang Bisnis, Raa Bucket Jambi Manfaatkan Transaksi Digital BRI
Baca juga: Provokasi Tawuran dari Medsos, Geng Motor Batang Hari vs Muaro Jambi, Satu Tewas