Keputusan Carlo Ancelotti yang tidak menurunkan Endrick untuk tim nasional Brasil menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola.
Kampanye terbaru Brasil di Piala Dunia tampaknya memang ditakdirkan untuk menimbulkan kontroversi.
Neymar kembali masuk skuad Brasil setelah absen selama tiga tahun. Namun, sementara pemain termahal di dunia itu belum tampil, ada satu absensi penting lain yang menjadi perhatian utama.
Endrick juga dipanggil ke skuad Selecao untuk kampanye Piala Dunia setelah menjalani setengah musim yang produktif bersama Lyon, usai mengalami awal yang lambat di Real Madrid.
Kebangkitan performa pemain muda itu kontras dengan enam bulan sulit di Santiago Bernabéu, di mana pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, mengalami masa kepemimpinan yang mengecewakan.
Peluang Endrick untuk tampil di tim utama Los Blancos menurun drastis karena sang juara dunia yang sedang tertekan itu hanya memberinya empat penampilan di semua kompetisi.
Langkah sementara ke Ligue 1 tersebut terbukti menjadi titik balik penting, dengan delapan gol dan delapan assist dalam 21 pertandingan untuk Lyon, yang akhirnya memastikan tempat di Liga Champions.
Performa gemilang itu membuat Endrick mendapat panggilan ke skuad Brasil untuk laga persahabatan internasional bulan Maret dan langsung membalas kepercayaan Carlo Ancelotti dengan performa impresif.
Dalam waktu 14 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan Kroasia, pemain berusia 19 tahun itu berperan dalam dua gol; memenangkan penalti untuk Igor Thiago dan memberikan assist kepada Gabriel Martinelli.
Namun, prospek Endrick di tim nasional Brasil masih diselimuti ketidakjelasan di bawah pelatih yang juga membimbingnya pada musim debut yang berat di ibu kota Spanyol.
Ia tidak dipilih untuk laga persahabatan pra-Piala Dunia melawan Panama dan Mesir, serta kembali tidak masuk dalam daftar pemain untuk pertandingan pembuka turnamen melawan Maroko.
Pada setiap kesempatan, para penggemar menyerukan agar Endrick dimainkan dan mereka merasa terbukti benar ketika penampilannya di babak kedua menghasilkan satu gol yang menentukan kemenangan atas tim Firaun.
Penampilan sebagai pemain pengganti keduanya dalam kemenangan 3-0 atas Haiti juga belum cukup memuaskan keinginan publik Brasil untuk melihat bintang muda mereka tampil sejak awal, sementara Ancelotti terus menjadi sorotan.
Pelatih asal Italia itu memberikan pujian yang terkesan setengah hati dengan menyebut Endrick sebagai “bakat luar biasa”, namun di sisi lain menutup kemungkinan untuk memberinya peran utama di lapangan.
Keengganan Ancelotti untuk memanfaatkan mantan pemain Madrid itu secara maksimal telah menjadi bahan lelucon di media sosial Brasil, di mana keduanya sering digambarkan sebagai dua sosok yang bertolak belakang dalam meme lucu.
Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang berusaha menyesuaikan sistem taktik dengan kekuatan para pemainnya, dan tampaknya ia merasa Endrick lebih efektif ketika dimainkan dari bangku cadangan.
Teori itu memang masuk akal, tetapi sampai sang pemain muda mampu membuktikan sebaliknya dengan tampil sebagai starter, perdebatan – beserta meme yang mengikutinya – tampaknya akan terus berlanjut.