Profil Dadi Yudistira Pringgohadi, Eks Gitaris Superglad Meninggal Dunia, Mengabdi Guru Seni Visual
Weni Wahyuny June 30, 2026 03:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Musisi Dadi Yudistira, mantan gitaris dari band Superglad dikabarkan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung melalui akun resmi Superglad di Threads, Senin (29/6/2026).

Band tersebut mengunggah pesan perpisahan sekaligus doa untuk salah satu personel yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan Dadi Yudistira," tulis akun tersebut dikutip Tribunsumsel.com.

"Terima kasih atas dedikasi dan karya-karya hebatmu untuk musik Indonesia. Semoga mendapatkan tempat paling mulia di sisi Allah SWT. Rest in power," sambung akun tersebut.

Baca juga: Profil Muslimah Hafsari Bu Mus Tokoh Film Laskar Pelangi Meninggal Dunia, Dikenal Bersahaja

Sejumlah musisi mengucapkan duka atas meninggalnya Dadi Yudistira Superglad.

Hingga kini belum diketahui penyebab meninggalnya sang musisi tersebut.

Profil Dadi Yudistira

Dadi Yudistira merupakan musisi kelahiran 1979 yang mengembuskan napas terakhir di usia 47 tahun.

Ia dikenal sebagai seorang penulis lagu, musisi, sekaligus bagian dari keluarga songwriter Massive Music yang telah mendedikasikan hidupnya untuk berkarya.

Beberapa karya yang pernah ditanganinya antara lain The Superglad (2003), When the Heart Speaks (2005), Flamboyan (2008), Without Distortion (2013), dan To Explain the World (2017).

Panggung Synchronize Festival 2019 menjadi penampilan terakhirnya bersama Superglad setelah 13 tahun bersama.

Belakangan, ia juga aktif meramu karya bersama grup barunya, The Chronicles Of Happiness Ride And Services (t.c.h.r.s).

Baca juga: Detik-detik Icuk Nugroho Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Pingsan saat Live

Dilansir dari laman LinkedIn pribadinya, pria bernama lengkap Dadi Yudistira Pringgohadi ini ternyata tidak hanya aktif di atas panggung sebagai gitaris.

Ia merupakan seorang produser musik, sound engineer, sekaligus pendidik di bidang seni visual (Visual Art Teacher).

Almarhum diketahui merupakan lulusan Sarjana Desain Interior dari Universitas Trisakti angkatan 1997–2002.

Latar belakang pendidikannya di bidang seni rupa tersebut membawanya berkarier sebagai pengajar seni visual di beberapa institusi pendidikan internasional, termasuk di Raffles International Christian School (2010–2012) dan Sekolah Cikal sejak Agustus 2012 hingga akhir hayatnya.

Selain mengajar, dedikasinya di industri audio visual juga diwujudkan dengan memimpin perusahaan produksinya sendiri, Octofuse Production, di mana ia bertindak sebagai direktur sejak Oktober 2019.

Kini, sang musisi sekaligus pendidik tersebut telah berpulang, namun dedikasi, ilmu, serta karya-karya hebat yang pernah ia torehkan akan tetap abadi menghiasi dunia seni dan musik Indonesia.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.