TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta pelaksana pekerjaan perlu meningkatkan pengawasan, hal ini menyoroti insiden bocah empat tahun tewas usai terjatuh ke dalam lubang proyek di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
"Sebenarnya untuk semua pembangunan-pembangunan yang ada di Jakarta terkait keamanan dan lain-lain itu yang harus diperhatikan. Baik itu pihak ketiga kontraktornya atau mungkin dinas terkait," kata Yuke, Senin (29/6/2026).
Kejadian di Tebet lanjut Yuke, tidak boleh terulang. Apalagi kegiatan pekerjaan berada di lingkungan permukiman yang ramai warga beraktivitas.
Pengaman atau rambu mungkin sudah dipasang pelaksana proyek, tetapi perlu ditambah dengan instrumen lain agar warga tidak mendekat.
Penambahan rambu lanjut Yuke, bisa saja dilakukan dengan penambahan lampu penerangan atau semacamnya agar warga tahu.
"Walaupun itu misalnya sudah ada tanda-tanda rambu, namanya anak-anak misalnya main itu terperosok, tetapi tetap pencegahan-pencegahan itu kan juga harus kita lakukan," terang dia.
Seorang balita berusia empat tahun, berinisial I terperosok ke dalam lubang proyek lapangan multifungsi taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026) malam.
Kapolsek Tebet, AKP Ischak mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekira pukul 23.40 WIB mengenai seorang anak yang terjatuh ke dalam lubang proyek dengan kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.
"Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya evakuasi bersama petugas gabungan. Karena kondisi lubang sangat sempit, proses penyelamatan memerlukan penanganan khusus agar keselamatan korban tetap menjadi prioritas," ujar AKP Ischak, dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Korban awalnya tengah bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek sebelum akhirnya terperosok ke dalam lubang.
Rekan korban kemudian meminta bantuan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai, yang diteruskan kepada Polsek Tebet.
Pada tahap awal, petugas berupaya melakukan evakuasi secara manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik tubuh korban.
"Tahap awal upaya evakuasi manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban," tutur Ischak.
"Upaya kurang berhasil karena lubang sempit dan anak yg masuk korban mengalami trauma serta tidak ada relawan untuk masuk lubang tersebut," sambungnya.
Selanjutnya, Polsek Tebet berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, serta meminjam dua unit ekskavator untuk membantu proses penyelamatan.
Sebelum penggalian dilakukan, petugas terlebih dahulu membuat jalur aman di sisi lubang guna menghindari risiko longsor dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.
"Tahap evakuasi dilakukan pinjam pakai 2 unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian, dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor," katanya.
Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses.
"Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi pada pukul kurang lebih pukul 03.55 WIB, dan langsung dibawa ke RSCM untuk penanganan medis lebih lanjut," kata Ischak.
Kepala Sektor Kecamatan Tebet Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Kusnanto, menyampaikan, petugas melakukan evakuasi setelah menerima laporan dan langsung membawa korban menuju rumah sakit menggunakan ambulans.
"Anggota mengevakuasi dan langsung membawa ke rumah sakit," kata Kusnanto saat dihubungi Warta Kota, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan keterangan anggota penyelamatan, korban I masih hidup saat dievakuasi dari lokasi kejadian.
"Korban tidak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit,” katanya.
Baca juga: KAI Commuter Buka Suara soal Pria Teriak AHY dan Prabowo di Stasiun Duri Jakbar
Baca juga: Selain Bangun 11 Rusun Baru, DPRD Minta Pemprov Jakarta Lakukan Revitalisasi
Baca juga: Bisa Pasang Gembok Love, Gubernur Pramono Mau Bangun Jembatan Cinta di Rasuna Said Jaksel