Antrean Solar Terjadi di Pelalawan Meski Tak Ada Pengurangan Kuota,Diskoperindag Ungkap Fenomena Ini
Firmauli Sihaloho June 30, 2026 04:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Antrean solar masih terjadi di sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pelalawan. Fenomena itu telah terjadi sejak dua pekan lalu hingga Selasa (30/6/2026). 

Kendaraan yang mengantre untuk mengisi solar subsidi di setiap SPBU terlihat memanjang. Bahkan mulai pagi puluhan mobil yang mengonsumsi solar telah berjejer di sekitar SPBU menunggu giliran mengisi biosolar. 

Amatan tribunpekanbaru.com di beberapa SPBU di Kota Pangkalan Kerinci kondisinya masih sama seperti sebelumnya pada Selasa (30/6/2026), termasuk SPBU di Jalan Lintas Timur (Jalintim). SPBU dengan nomor 14.284.633 ini selalu dipadati kendaraan pemburu solar. Mulai dari truk colt diesel, truk dump, trailer, bahkan bus-bus pengangkut karyawan perusahaan juga mengisi solar subsidi di galon minyak tersebut.  

Antrean kendaraan besar tak hanya memenuhi areal SPBU.

Namun, berbaris hingga ke badan Jalintim di tengah kota. Alhasil, mengganggu arus lalu lintas di ibu kota Pelalawan yang menjadi akses utama masyarakat.  

"Udah hampir dua minggu antre solar ini. Kalau pagi udah panjang, karena minyak baru masuk. Kadang malam padat juga," kata Sudirman, sopir coltdiesel kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (30/6/2026). 

Demikian juga di SPBU Jalan Koridor Langgam Kilometer 5 yang menjadi favorit para kendaraan besar untuk mencari biosolar. Truk bongsor bersusun di sebelah kanan dan kiri jalan koridor, menunggu giliran mengisi solar.

Baca juga: Misteri Keberadaan Bupati Kuansing Usai OTT KPK, Rumah Dinas Sepi, Rapat DPRD Ditunda

Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi Beberapa Hari Belakang, Ini Instruksi Wako Dumai ke Camat dan Lurah

 Berbagai jenis mobil terlihat mengantre mulai dari roda empat sampai roda 20 di SPBU bernomor seri 14.283.692 ini.

"Mau isi Pertalite jadi terhalang. Mobil besar penuh semuanya. Pihak SPBU harusnya ada yang menjaga dan mengatur," ungkap Yusri, mengeluhkan antrean panjang. 

Petugas SPBU tidak mengetahui persis penyebab antrean solar yang panjang dalam dua pekan ini. Mereka hanya bekerja sesuai prosedur dan arahan dari pimpinan SPBU. 

"Kami ngak tahu apa masalahnya, Bang. Minyak masuk tiap hari kok," kata petugas perempuan di dispenser solar. 

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Pelalawan, Hanafie, S.Sos., saat dikonfirmasi menyampaikan sampai saat ini tidak ada informasi terbaru dari Pertamina terkait pasokan solar ke Pelalawan.

Artinya tak ada perubahan pengiriman dari yang seharusnya diterima pihak SPBU.

"Ngak ada informasi pembatasan ataupun pengurangan kuota dari Pertamina. Artinya masih seperti biasa. Tapi kok masih ngantri panjang di SPBU, Ini persoalannya," beber Hanafie. 

Menurut Hanafie, fenomena ini serupa dengan kejadian pada dua bulan yang lalu ketika terjadi kelangkaan BBM jenis solar dan pertalite.

Persoalan antrean panjang muncul karena pengambilan kuota oleh pihak SPBU yang tidak beraturan. Pengelola meminta kuota lebih banyak di awal bulan, alhasil pasokan jelang akhir bulan tinggal sedikit.

Padahal intensitas kendaraan yang mengisi BBM masih tetap, bahkan semakin banyak. 

"Misalnya, SPBU dapat kuota 30 mobil dalam sebulan. Nah, di awal bulan, mereka gencar minta sampai 20 mobil. Tersisa 10 mobil dari pertengahan sampai akhir bulan. Padahal tingkat permintaan sama. Itu yang jadi masalahnya," ujar Hanafie. 

Ia menyebutkan, penetapan jatah BBM ke SPBU oleh pihak Pertamina dilakukan setiap bulan dan tidak lagi per tahun seperti sebelumnya.

Sehingga pengelola SPBU sudah bisa mengukur kebutuhan setiap hari atau per minggu. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.