Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SMA Taman Siswa Bandung di Kota Bandung, Jawa Barat, menyiapkan 108 kursi bagi calon murid baru yang tidak lolos sekolah negeri melalui Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Tahap II.
108 kursi tersebut dibagi menjadi tiga rombongan belajar (rombel) yang dikhususkan untuk siswa penerima Program SSK sebagai upaya membantu peserta didik yang tidak diterima di SMA maupun SMK negeri.
Kepala SMA Taman Siswa Bandung, Sunggono, mengatakan, sekolahnya langsung melakukan persiapan setelah mendapat informasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: Daftar 88 SMA/SMK Swasta Kerja Sama di Sukabumi dan Cianjur, Alternatif SPMB Jabar 2026
"Kalau kita persiapan SSK itu setelah diinformasikan dari Dinas Pendidikan Provinsi, kami suruh daftar, kami ikut mendaftarkan," ujar Sunggono, Selasa (30/6/2026).
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMA Taman Siswa Bandung membuka lima kelas untuk siswa baru. Dari jumlah tersebut, tiga kelas dialokasikan khusus untuk Program SSK dan dua kelas lainnya untuk jalur reguler.
"Kami menyediakan tiga ruang untuk SSK dan dua ruang untuk reguler. Jadi ada lima kelas, lima kelas untuk rombongan kelas 10," katanya.
Sunggono menilai, Program SSK menjadi solusi bagi siswa yang tidak lolos seleksi sekolah negeri, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"Kami juga terima kasih juga ini ada program SSK, bisa membantu siswa yang tidak diterima di negeri juga, terus bagi siswa yang apalagi tidak mampu, kami menerima gratis. Jadi gratis dari SPP, uang bangunan gratis," ucapnya.
Menurutnya, penempatan peserta didik Program SSK sepenuhnya akan diatur oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, berdasarkan kuota yang diajukan masing-masing sekolah swasta mitra.
Baca juga: Kasus 20 KK Numpang di Restoran di SPMB Bandung, Disdik Siap-siap Diskualifikasi
"Rencananya program itu disalurkan melalui Disdik, dibagikan untuk berapa sekolah yang mengajukan SSK. Kita mengajukan kuota, nanti kuota itu mungkin akan dibagi rata, tergantung permintaan dari sekolah-sekolah," ucapnya.
Meski mengajukan tiga rombel, Sunggono menyebut jumlah siswa yang diterima belum tentu sesuai dengan kuota yang diajukan, karena akan disesuaikan dengan distribusi pemerintah.
"Mungkin sekolah kita misalkan minta tiga rombel, tetapi tiga rombel itu tidak terpenuhi mungkin terbagi sama yang lain, mungkin sisa dua rombel, kami juga terima nggak jadi masalah. Yang penting kita bisa membantu siswa yang tidak diterima di negeri dan tidak mempunyai kemampuan keuangan istilahnya tuh," katanya.
Pada hari pertama pembukaan SPMB Tahap II, pihak sekolah masih menunggu informasi terkait jumlah siswa yang akan ditempatkan melalui Program SSK.
Di sisi lain, sekolah tetap membuka pendaftaran reguler setiap hari.
"Kalau informasi belum ada, cuma kami mengajukan tiga rombel itu kali 36 siswa per kelasnya, berarti 108 siswa. Bisa juga kita menunggu dan kami juga sambil membuka pendaftaran secara biasa itu dari jam 8 sampai jam 3 sore," ucapnya.
Terkait pembiayaan, Sunggono memastikan peserta didik yang diterima melalui Program SSK tidak akan dibebani biaya tambahan.
Baca juga: Daftar 65 SMA/SMK Swasta Kerja Sama Kota dan Kabupaten Bekasi, Alternatif SPMB Jabar 2026
Dana bantuan dari Pemprov Jabar akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah.
"Kalau yang SSK enggak. Jadi memang nanti bayaran itu rencananya tuh per semester katanya dari provinsi, per semester disalurkan ke sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang ada di keperluan sekolahlah," katanya.
"Nah, itu kita maksimalkan dari bantuan Rp100 ribu per bulan tuh, bisa nggak bisa harus kita maksimalkan," tambahnya.