Harga Daging Ayam Ras di Pesawaran Stabil Rp 35 Ribu per Kilogram
Reny Fitriani June 30, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Harga daging ayam ras di Kabupaten Pesawaran selama periode Juni 2026 terpantau stabil di angka Rp 35.000 per kilogram. 

Baca Juga: Harga Beras di Pesawaran Stabil, Beras Medium Dijual Rp13.200 per Kilogram

Harga tersebut dinilai masih terjangkau bagi masyarakat dan sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata harga nasional yang berada di kisaran Rp 35.800 per kilogram. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto mengatakan, stabilnya harga daging ayam ras didukung oleh ketersediaan pasokan dari peternak dan distributor yang masih mampu memenuhi kebutuhan pasar. 

Selain itu, distribusi yang lancar serta permintaan masyarakat yang relatif normal turut menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. 

“Harga daging ayam ras di Kabupaten Pesawaran masih berada pada level yang stabil. Kondisi ini menunjukkan pasokan masih mencukupi dan distribusi berjalan dengan baik sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan protein hewani dengan harga yang terjangkau,” ujar Hendra kepada Tribun Lampung, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, daging ayam ras masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya lebih ekonomis dibandingkan komoditas protein hewani lainnya. 

Dengan harga Rp 35.000 per kilogram, masyarakat masih memiliki akses yang baik terhadap pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Hendra menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis secara rutin. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi perubahan harga akibat faktor pasokan, peningkatan permintaan, kondisi cuaca, maupun distribusi.

“Hasil pemantauan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah antisipatif agar stabilitas harga tetap terjaga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap terpenuhi,” katanya. 

Ia berharap kondisi pasar yang kondusif ini dapat dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah daerah, peternak, distributor, dan pelaku usaha. 

Dengan demikian, pasokan tetap terjaga, harga terkendali, serta daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan strategis dapat terus dipertahankan. 

Hendra melanjutkan, berdasarkan hasil pemantauan harga pangan selama Juni 2026, sejumlah komoditas lain juga menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. 

Harga beras SPHP tetap bertahan di Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras medium stabil di kisaran Rp13.200 per kilogram sepanjang bulan.

Untuk kelompok hortikultura, harga bawang merah mengalami penurunan dari Rp50.000 menjadi Rp35.000 per kilogram pada akhir Juni. 

Bawang putih juga turun dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram setelah sempat berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting yang sempat mencapai Rp48.000 per kilogram pada awal Juni berangsur turun hingga Rp30.000 per kilogram menjelang akhir bulan. 

Harga cabai merah besar turun dari Rp75.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau turun dari Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Komoditas pangan pokok lainnya terpantau stabil. Harga telur ayam ras bertahan di kisaran Rp25.000–26.000 per kilogram, gula pasir tetap Rp18.000 per kilogram, minyak goreng kemasan sebesar Rp23.000 per liter, minyak goreng curah Rp21.000 per liter, dan Minyakita stabil di Rp15.700 per liter. 

Sementara tepung terigu curah berada di kisaran Rp9.000 per kilogram.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.