Gubernur Sulut YSK Tak Sabar Tunggu Data Sensus Ekonomi 2026, Ini Alasannya
Dewangga Ardhiananta June 30, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK) berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Yulius mengungkapkan, bentuk dukungan itu nyata lewat Surat Edaran kewajiban mendukung SE 2026 yang ditujukan kepada para bupati dan wali kota.

"Kami memberikan dukungan penuh. Sensus Ekonomi ini harus didukung. Mari sama-sama kita pacu. BPS silahkan komunikasikan jika ada kendala sehingga sama-sama kita selesaikan," kata Gubernur YSK saat Pencanangan SE 2026 di aula Mapalus Kantor gubernur, Selasa 30 Juni 2026.

Gubernur YSK mengatakan, data SE 2026 sangat dibutuhkan untuk kesinambungan pembangunan ke depan.

"Saya berharap data ini bisa segera keluar, bisa digunakan. Sehingga pembangunan kita lebih terarah. Kita bisa menyusun program by data," ujar YSK.

Katanya, data SE 2026 sangat strategis karena bisa jadi acuan utama penyusunan Rencana APBD Provinsi Sulut 2027.

Sebagai tolok ukur bagi Pemprov Sulawesi Utara membuat rencana pembangunan ke depan.

"Saya minta pemda bantu. Karena masih delapan minggu. Kita pacu sehingga capaian pendataan bisa 100 persen," kata YSK. 

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Hari Budi Utomo Harmadi mengungkapkan, Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin 10 tahunan hajatan besar sesuai amanat UU 16 tahun 1997.

Sensus Ekonomi, kata Sonny, ibarat manusia yang melakukan medical check up berkala.

"Dengan pemeriksaan, pendataan, kita bisa tahu kondisi ekonomi secara up to date, valid dan lengkap," katanya. 

Katanya, SE 2026 memotret utuh profil pelaku usaha di Indonesia.

Termasuk data keluarga pelaku ekonomi.
 
"Sensus Ekonomi memberikan data agregat, profil ekonomi secara utuh dan terpadu," kata Sonny.

(Tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.