Tribunlampung.co.id, Jakarta - Mantan Kapolda Lampung Helmy Santika menjadi salah satu perwira tinggi (pati) Polri yang mendapat kenaikan pangkat.
Baca juga: Irjen Pol Helmy Santika Sampaikan Pesan Khusus ke Kapolda Lampung yang Baru
Hebatnya, Helmy Santika menjadi satu dari empat pati yang naik pangkat menjadi komisaris jenderal polisi (komjen pol) alias bintang tiga.
Helmy Santika saat ini menjabat sebagai Pati Itwasum Polri sejak 24 September 2025.
Lulusan Akpol 1993 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir pria kelahiran 20 Desember 1971 ini adalah Kapolda Lampung Lampung (2023-2025).
Diketahui, ada sebanyak 87 pati Polri yang naik pangkat, Selasa (30/6/2026).
Rinciannya, empat perwira naik menjadi komisaris jenderal polisi (komjen pol) atau bintang tiga, 30 perwira naik menjadi inspektur jenderal polisi (irjen pol) atau bintang dua, dan 53 perwira naik menjadi brigadir jenderal polisi (brigjen pol) atau bintang satu.
Empat perwira yang naik pangkat menjadi Komjen Pol ialah Mulia Hasudungan Ritonga, Gatot Tri Suryanta, Helmy Santika, dan Rudi Setiawan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, kenaikan pangkat lebih dari sekadar apresiasi.
"Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Selasa.
Trunoyudo mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, dan capaian kinerja para perwira tinggi selama menjalankan tugas.
"Institusi menaruh harapan agar para perwira tinggi yang memperoleh kenaikan pangkat dapat terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam pelaksanaan tugas," ujar dia.
Menurut dia, kenaikan pangkat juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel sekaligus upaya memperkuat organisasi agar mampu menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Trunoyudo menilai, dinamika situasi keamanan saat ini menuntut kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Karena itu, para perwira tinggi yang memperoleh pangkat baru diharapkan mampu mengemban tanggung jawab yang lebih besar serta menjadi motor penggerak transformasi Polri yang Presisi.
"Momentum kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar dia.
Trunoyudo mengatakan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin modern, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui kenaikan pangkat terhadap 87 perwira tinggi tersebut, Polri berharap, kualitas kepemimpinan di tingkat strategis semakin meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pelayanan publik secara lebih optimal. (Kompas.com)