SURYAMALANG.COM - Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jepang kini dihadapkan pada turnamen selanjutnya, yakni Piala Asia 2027.
Di Piala Asia 2027, Jepang berada satu grup dengan Timnas Indonesia.
Seiring kegagalan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026, pelatih Hajime Moriyasu meminta maaf kepada publik Negeri Sakura.
Jepang tersingkir secara dramatis pada babak 32 besar di tangan sang raja trofi Piala Dunia, Timnas Brasil.
Mentas di Stadion NRG, Houston, Senin (29/6/2026), Samurai Biru takluk dengan skor 1-2.
Keunggulan mereka di babak pertama lewat gol tembakan kejut Kaishu Sano mubazir karena dibalas tuntas Selecao seusai jeda.
Sundulan Casemiro dan tembakan menit-menit akhir Gabriel Martinelli menyudahi perlawanan Timnas Jepang.
Secara jantan, Hajime Moriyasu meminta maaf kepada fan The Samurai Blues maupun publik Jepang keseluruhan.
Dia membungkukkan badan ke arah tribun suporter di stadion yang diisi 68 ribu lebih penonton hari itu.
"Saat ini saya merasa sangat frustrasi, tetapi saya menerima hasil tersebut," ungkap Moriyasu.
"Banyak penggemar Jepang yang datang ke stadion hari ini, dan banyak pula yang memberikan dukungan melalui siaran langsung."
"Namun, saya tidak bisa memberikan kemenangan sebagai hadiah."
"Kemampuan saya sebagai pelatih memang belum memadai."
"Saya ingin mengatakan bahwa saya sungguh-sungguh meminta maaf," tegas pria 57 tahun yang mengantar Timnas Jepang juara Piala Asia 1992 saat masih bermain.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 : Masuk Grup F Bersama Jepang, Qatar dan Thailand
Moriyasu memuji anak asuhnya yang sempat memberikan terapi kejut bagi Timnas Brasil, apalagi di babak pertama.
Sebelum lahirnya gol penyama skor Casemiro, Selecao bahkan tampak dibuat frustrasi meladeni permainan rapi dan solid dari Samurai Biru.
Dari situ Moriyasu menilai gap kualitas antara Jepang dan Brasil tidak terlalu jauh.
Perbedaan hasil akhir hanya ditentukan detail kecil, khususnya soal mentalitas menghadapi pertandingan di turnamen tingkat tinggi.
Hal ini bukti bahwa sekadar modal kemenangan atas Brasil di partai uji coba Oktober lalu tak cukup dijadikan modal pengukur kekuatan sebenarnya.
Sang pelatih menilai kekuatan Jepang saat ini tidak cukup mengantar mereka ke tangga teratas, tetapi jalurnya sudah benar.
"Kami memang tidak berhasil mencapai target kami kali ini, tetapi masih bisa menargetkan Piala Dunia berikutnya atau bahkan yang setelahnya," ucap dia, dikutip BolaSport.com dan SURYAMALANG.COM dari ESPN.
"Kami harus berupaya mencapai tujuan itu, dan itulah yang selama ini kami lakukan."
"Saya pikir sejarah tidak akan bersikap baik kepada kami."
"Namun, jika kami mampu mengatasi hari ini, mungkin suatu saat nanti sejarah akan berubah."
“Jarak antara kami dan mereka kini semakin menyempit. Brasil adalah tim papan atas dan kami jelas sedang mendekati level tersebut."
"Memenangkan gelar adalah impian dan tujuan kami, tapi kami tidak bisa mencapainya sekarang."
"Sebagai pelatih, saya mengatakan kepada pemain bahwa saya sangat menyesal karena tidak cukup baik untuk memimpin mereka mencapai level tersebut," tegasnya.
Selepas perjalanan di Piala Dunia 2026 kelar, pertanyaan soal masa depan Hajime Moriyasu di kursi pelatih Jepang mulai merebak.
Secara formal, kontraknya di tim nasional akan berakhir pada Juli 2026.
Namun, Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) ingin memperpanjang ikatannya sampai Piala Dunia 2030.
Bagi Moriyasu, targetnya belum menyasar sejauh itu.
Sekarang dia melemparkan fokus ke turnamen terdekat yang akan dijalani Timnas Jepang.
Baca juga: Timnas Indonesia Bidik Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Kirim Surat ke FIFA
Mereka akan berlaga di Piala Asia 2027, kejuaraan yang juga diikuti Timnas Indonesia.
Bukan cuma seturnamen, Indonesia bahkan masuk dalam grup maut bersama Sang Raja Asia.
Tim Garuda tergabung di Grup F bersama Jepang, Thailand, dan juara bertahan, Qatar.
Pentas utama level kontinental Asia berlangsung pada 7 Januari-5 Februari 2027 di Arab Saudi.
Selaku penguasa trofi terbanyak (4), Moriyasu langsung membidik gelar juara yang hilang sejak 2011 silam.
"Turnamen besar berikutnya bagi tim nasional Jepang adalah Piala Asia. Kami akan fokus untuk memenangkan itu," ujarnya.
"Secara pribadi, belum ada keputusan apa pun (soal kontrak). Kami bahkan belum tahu siapa yang akan menjadi pelatih berikutnya."
"Saya mengatakan itu karena kejuaraan berikutnya bagi kami adalah Piala Asia. Belum ada keputusan apa pun mengenai masa depan saya," imbuhnya.