TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) jalur prestasi menuai sorotan setelah seorang siswa yang merupakan peringkat pertama di sekolah dasar tidak lolos seleksi masuk SMP Negeri 1 Tenggarong.
Orang tua siswa mempertanyakan transparansi mekanisme penilaian yang digunakan dalam proses seleksi tersebut.
Seorang orang tua siswa, Didi Tasidi, mempertanyakan transparansi mekanisme penilaian setelah anaknya yang merupakan peringkat pertama di sekolah dasar tidak lolos seleksi masuk SMP Negeri 1 Tenggarong.
Menurut Didi Tasidi, hingga pengumuman hasil seleksi diterbitkan, ia tidak memperoleh penjelasan mengenai komponen penilaian yang digunakan dalam jalur prestasi.
Didi menjelaskan anaknya merupakan lulusan terbaik di salah satu sekolah dasar yang berada di Tenggarong Seberang dan mendaftar melalui jalur prestasi.
Baca juga: Kawal SPMB Transparan, Disdikbud dan DPRD Balikpapan Tegaskan Zero Titipan
Namun, hasil seleksi menunjukkan anaknya tidak diterima.
Ia mengaku heran dengan hasil tersebut jika dibandingkan dengan jumlah sekolah asal pendaftar dan kuota yang tersedia.
“Kalau saya lihat, jumlah SD di Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang sekitar 98 sekolah. Sementara kuota jalur prestasi di SMP Negeri 1 Tenggarong sebanyak 102 siswa. Anak saya yang ranking satu justru tidak lolos. Ini yang kami ingin ketahui penyebabnya,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Didi, persoalan yang paling disoroti bukan semata-mata hasil seleksi, melainkan minimnya informasi mengenai metode perhitungan nilai.
Ia menyebut sistem hanya menampilkan skor akhir peserta tanpa disertai rincian asal-usul nilai tersebut.
Baca juga: Pengumuman SPMB SD Balikpapan 2026 Kapan? Simak Jadwal, Cara Cek Hasil hingga Daya Tampung
“Kami hanya ingin tahu dasar penilaiannya apa. Ada nilai di atas 2.000, kemudian ada 700, 600, sampai 500. Angka-angka itu dihitung berdasarkan apa? Tidak pernah dijelaskan,” katanya.
Selain itu, Didi juga mengeluhkan kendala teknis pada sistem pendaftaran.
Setelah anaknya dinyatakan tidak lolos, berkas pendaftaran disebut tidak dapat dicabut dari sistem sehingga tidak bisa digunakan untuk mendaftar ke sekolah lain.
“Sudah beberapa kali kami mencoba mencabut berkas, tetapi tidak bisa. Data masih tertahan di SMP Negeri 1 Tenggarong sehingga kami tidak dapat melanjutkan pendaftaran ke sekolah lain,” ungkapnya.
Ia mengaku telah meminta penjelasan kepada pihak sekolah.
Baca juga: Ini Tanggal Pengumuman dan Cara Cek Hasil Seleksi SPMB Balikpapan 2026 Jenjang SD di Link Resmi
Namun, menurutnya, pihak sekolah menyampaikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan melalui sistem sehingga tidak memiliki kewenangan menjelaskan mekanisme penilaian.
“Mereka hanya mengatakan semuanya berjalan by system. Tapi ketika kami bertanya bagaimana sistem itu menghitung nilai, tidak ada penjelasan,” tuturnya.
Sekolah Tegaskan Penilaian Dilakukan Sistem
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaini, menegaskan sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan hasil seleksi.
Menurutnya, aplikasi SPMB merupakan sistem daring yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sementara tugas sekolah hanya melakukan verifikasi terhadap berkas yang diunggah calon peserta didik.
“SPMB ini sistem online yang aplikasinya memang disiapkan oleh Dinas Pendidikan. Tugas sekolah hanya memverifikasi apakah berkas yang diunggah sudah sesuai atau belum. Penilaian dan peringkat dilakukan otomatis oleh sistem,” jelas Imam.
Baca juga: Buntut Banyak Aduan Warga, DPRD Kaltara Minta Seluruh Sertifikat Jalur Prestasi SPMB Diperiksa Ulang
Ia menerangkan bahwa pada jalur prestasi, penilaian tidak hanya didasarkan pada peringkat di sekolah atau nilai rapor.
Sistem juga mengakumulasi nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta prestasi akademik maupun nonakademik yang dibuktikan melalui sertifikat kejuaraan.
“Setiap prestasi memiliki bobot berbeda, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Semua itu memiliki poin masing-masing dan diakumulasi menjadi total nilai peserta,” katanya.
Imam menjelaskan kuota jalur prestasi di SMP Negeri 1 Tenggarong mencapai 30 persen dari total daya tampung sebanyak 340 siswa atau sebanyak 102 kursi.
Seluruh pendaftar kemudian diurutkan berdasarkan total poin tertinggi hingga terendah.
Baca juga: Begini Cara Disdikbud Balikpapan Cegah Siswa Titipan di SPMB 2026 Jenjang SD dan SMP
“Yang diterima adalah peringkat satu sampai 102 berdasarkan total poin. Tidak ada standar nilai minimal karena semuanya bergantung pada nilai peserta yang mendaftar pada tahun tersebut,” ujarnya.
Sekolah Jelaskan Mekanisme dan Fitur Sistem
Terkait tampilan nilai di aplikasi, Imam mengatakan informasi yang muncul kepada orang tua memang berupa nilai akumulasi.
Nilai tersebut merupakan gabungan dari rata-rata rapor semester satu hingga lima, nilai TKA, serta poin prestasi yang dimiliki peserta.
“Yang muncul memang total akumulasi. Saya sendiri tidak melihat langsung aplikasi karena yang menjalankan adalah panitia, sedangkan saya sebagai kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab,” jelasnya.
Mengenai keluhan tidak dapat mencabut berkas pendaftaran, Imam memastikan fitur tersebut sebenarnya tersedia dalam sistem.
Baca juga: Daftar Daerah di Kaltim yang Sudah 100 Persen Dialiri Listrik PLN dan yang Masih Gunakan Non PLN
“Kalau ada kekeliruan atau ada sertifikat yang belum diunggah, berkas bisa dicabut lalu didaftarkan kembali. Misalnya salah mengisi tingkat kejuaraan atau ada dokumen yang kurang, itu bisa diperbaiki. Jadi secara sistem tidak langsung terkunci,” katanya.
Ia pun mengimbau para orang tua memahami bahwa tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan di jalur prestasi cukup ketat, sementara daya tampung sekolah terbatas.
“Tentu semua orang tua berharap anaknya diterima. Namun, jika ada peserta lain yang memiliki total poin lebih tinggi, maka sistem akan menempatkannya pada peringkat yang sesuai. Kami berharap para orang tua dapat bersabar karena proses seleksi dilakukan berdasarkan bukti dukung yang diunggah ke dalam sistem. Semakin lengkap dan tinggi prestasinya, maka semakin besar pula poin yang diperoleh,” pungkasnya. (*)