Gunung Semeru Erupsi 16 Kali, Radius 5 Km dari Puncak Harus Steril
Cak Sur June 30, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut, dilaporkan mengalami erupsi sebanyak 16 kali dalam kurun waktu enam jam pada Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan pengamatan berkala mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, aktivitas vulkanik ini terekam jelas oleh alat seismograf dan terpantau secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus 25 Kali dalam 12 Jam di Lumajang, Warga Diminta Waspada

ERUPSI GUNUNG SEMERU - Aktivitas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur pada Senin (29/6/2026). Gunung berapi ini 25 meletus selama 12 jam.
ERUPSI GUNUNG SEMERU - Aktivitas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur pada Senin (29/6/2026). Gunung berapi ini 25 meletus selama 12 jam. (istimewa/Dokumen BPBD Lumajang)

Detik-Detik Erupsi dan Visual Kawah Semeru

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi bahwa aktivitas erupsi ini disertai dengan guguran lava pijar dan hembusan asap kawah.

Hasil pengamatan visual menunjukkan adanya guguran dengan jarak luncur sejauh 1.000 meter hingga 1,5 kilometer yang mengarah ke sektor tenggara.

"Letusan gunung juga mengeluarkan asap putih dan kelabu dengan ketinggian berkisar antara 300 meter hingga 1,2 kilometer di atas puncak," kata Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2026).

Selain kolom abu letusan, asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang juga teramati membubung setinggi 200 hingga 300 meter dari puncak kawah aktif.

Pada saat kejadian, tiupan angin di sekitar gunung dilaporkan bergerak lemah ke arah barat.

Secara seismik, ke-16 letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo berkisar antara 11 hingga 22 milimeter dengan durasi gempa letusan selama 68 hingga 117 detik.

Selain gempa letusan, terekam pula 3 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-6 milimeter berdurasi 70-89 detik. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga).

Baca juga: Gunung Semeru di Lumajang Erupsi Lima Kali dan Status Tetap Level III Siaga

Rekomendasi Keamanan dan Wilayah Zona Merah

Mengingat potensi bahaya yang masih sangat tinggi, pihak Pos Pengamatan Gunung Semeru mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan masyarakat setempat dan wisatawan.

Berikut adalah daftar wilayah yang harus dikosongkan dari aktivitas manusia:

  • Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
  • Sempadan Sungai: Warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
  • Radius Bahaya Puncak: Area dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Semeru harus steril karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi 8 Kali dan Luncurkan Lava Sejauh 1.000 Meter

GUNUNG SEMERU ERUPSI - Awan panas terpantau kamera CCTV Pos Pantau Gunungapi Semeru, aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan, Rabu (14/1/2025).
GUNUNG SEMERU ERUPSI - Awan panas terpantau kamera CCTV Pos Pantau Gunungapi Semeru, aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan, Rabu (14/1/2025). (istimewa/Dokumentasi Pos Pantau Gunung Api Semeru)

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar dingin di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," tambah Rian.

Peringatan ini terutama berlaku bagi warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Karakteristik erupsi Semeru yang dapat berubah sewaktu-waktu, menuntut kewaspadaan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.