TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Keikutsertaan Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang pada hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2026 tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan kewajiban kelembagaan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pengadaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, BP Tanjungpinang berkomitmen memastikan setiap proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan secara terbuka, adil, efisien, serta memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif di Kota Tanjungpinang.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Wilayah Kota Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, mengatakan bahwa pada sesi lanjutan bimtek, peserta tidak hanya mempelajari regulasi dan standar pengadaan yang berlaku. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai penerapan prinsip transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas melalui pembahasan studi kasus dan sesi diskusi interaktif.
Baca juga: Kapolres Bintan Siram Satu per Satu Anggota yang Naik Pangkat, Suasana Berubah Haru
"Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat memangkas birokrasi yang tidak perlu dan meminimalkan risiko kesalahan maupun penyimpangan dalam setiap tahapan pengadaan," kata Cokky, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, sistem pengadaan yang bersih, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk berinvestasi di kawasan perdagangan bebas Tanjungpinang.
"Kami ingin setiap proses bisa dipertanggungjawabkan dan terbuka bagi semua pihak yang memenuhi syarat," ujarnya.
Cokky menambahkan, meningkatnya kompetensi aparatur dalam mengelola pengadaan barang dan jasa akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik. Masyarakat maupun pelaku usaha diharapkan memperoleh layanan yang lebih cepat, hasil pengadaan yang berkualitas, serta terhindar dari praktik-praktik yang merugikan.
"Ilmu yang didapat selama bimtek ini akan langsung diterapkan agar tata kelola kawasan semakin baik dan berintegritas," katanya.
Melalui partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan bimtek, BP Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan profesionalisme aparatur. Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang berkualitas, transparan, serta pelayanan publik yang semakin baik dan berintegritas. (*)