TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 1 Juli 2026.
Tema renungan katolik "persembahan yang berkenan".
Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XIII tahun A.
Bacaan hari Rabu: Am 5:14-15.21-24; Mzm 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Mat 8:28-34 dan BcO Neh 9:1-2.5-21.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 1 Juli 2026 dan Renungan Harian Katolik
Bacaan Pertama:
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.
Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.
"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.
Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.
Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar.
Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."
Mazmur Tanggapan:
"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,
sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.
Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.
Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.
Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum?
Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?"
Bacaan Injil Katolik:
P: Inilah injil Tuhan karangan Matius>
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceritakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"PERSEMBAHAN YANG BERKENAN"
Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang (Am 5:22)
Am 5:14-15.21-24 Mzm 50:7-13.16-17; Mat 8:28-34
---o---
Dalam kehidupan beragama, banyak dari kita kerap lebih berfokus pada ritus dan tata ibadah daripada nilai pokok yang dikehendaki Tuhan, yaitu belas kasih dan kebenaran Injil. Kita sering menghabiskan banyak waktu untuk memperjuangkan kebenaran ritus tertentu dalam liturgi, tetapi kurang memberi perhatian pada penghayatan kebenaran Injil dalam kehidupan sehari-hari, seperti cinta kasih, pengampunan, kesetiaan, dan kejujuran. Akibatnya, ibadah mudah dipahami hanya sebagai rutinitas pertemuan mingguan, bukan sebagai gaya hidup yang dihayati setiap hari.
Bacaan hari ini menyingkapkan isi hati Tuhan terhadap ibadah yang demikian: Tuhan tidak berkenan pada ibadah yang tidak berbuah dalam kehidupan nyata. Ritus memang penting, tetapi bukan yang paling utama. Dari kedalaman hati-Nya, Tuhan menghendaki agar umat-Nya mempersembahkan korban bakaran yang sejati`bukan hewan sembelihan, darah hewan, uang, atau barang`melainkan hidup yang terus berjuang melakukan kebenaran Injil.
Melalui jatuh bangun dalam mengasihi, mengampuni, setia, dan berlaku jujur, kita mempersembahkan persembahan yang harum di hadapan Tuhan, bahkan lebih berkenan daripada kurban persembahan yang bersifat material.
(Fr. Moses Maria, CSE/www.renunganpkarmcse.com/ (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).