Brasil Susah Payah Redam Kejutan Jepang di Piala Dunia 2026, Prediksi Skor Bek Barito Putera Tepat
Khairil Rahim July 01, 2026 06:48 AM

Peringkat Pemain Brasil vs. Jepang: Martinelli Menenggelamkan Samurai Biru


BANJARMASINPOST.CO.ID - Brasil sukses melangkah ke babak selanjutnya setelah dengan dramatis mengalahkan Jepabng di babak 32 besar Piala Dunia 2026 Selasa (30/6/2026) pagi.

Gabriel Martinelli menjadi pahlawan tim setelah mengirim juara dunia lima kali ke babak 16 besar.

Gol Gabriel Martinelli pada menit ke-95 mendorong Brasil ke babak 16 besar Piala Dunia, saat Seleção bangkit dari ketinggalan satu gol melawan Jepang di Houston.

Skor akhir 2-1 ini sesuai dengan prediksi 
mantan bek kiri Barito Putera Banjarmasin yang sejam awal Piala Dunia 2026 lalu mengunggulkan Brasil sebagai juara jelas memberi dukungan tim favoritnya.

Baca juga: Lupakan Xhaka, Bintang Piala Dunia Ganti Fernandez Impian Chelsea, Eks Barito Putera: Cepat Transfer

Mantan pemain Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura ini memprediksi skor kemenangan cukup tipis.

"Skor akhir 2-1 saja untuk Brasil," kata Rony  saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id pada Senin (29/6/2026) sore/

Sekedar informasin Barito Putera adalah tim asal Banjarmasin Kalimantan Selatan yang kni bermain di liga 2 Indonesia.

Sementara pemain dan mantan pemain Barito Putera Banjarmasin Kalimantan Selatan  serta pernah membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia terus memantau laga seru Piala Dunia 2026 hingga 32 besar.

Bahkan para pemain profesional sepak bola Indonesia ini memberikan prediksinya siapa yang bakal menjadi pemenang termasuk laga Brasil vs Jepang.

Kapten tim Barito Putera Bayu Pradana misalnya di laga pembuka 32 besar ini mengunggulkan tim Samba sebagai pemenang.

Bahkan pemain asal Salatiga Jawa Tengah ini memprediksi Vinicius Junior da akwan kawan akan menang dengan selisih dua gol.

"Prediksi saya Brasil menang skor akhir 2-0," kata Bayu.

Sementara legenda Barito Putera Frans Sinatra Huwae malah sebaliknya dia justru mengunggulkan tim andalan Asia Jepang sebagai pemenang.

Meski tidak masuk dalam daftar ungggulan dans empat terseok saat laga penyisihan grup Frans tidak bergeming dan tetap yakin tim Matahari Terbit meangkah ke babak selanjutnya.

"Jepang akan menang tipis skor 1-0 saja," kata mantan gelandang timnas pelajar Indonesia ini.

Sama dengan Rony Beroperay mantan striker Barito Putera asal Brasil Ronnie Von de Carvalho juga unggulkan Brasil menang atas Jepang.

Pria yang kini sudah menjadi WNI sejak menikahi perempuan Banjar ini bahkan memprediksi akan banyak gol yang tercipta.

"Saya prediksi skor akhir 3-1 untuk Brasil," ujar pelatih Persinus Nusantara Banjarmasin ini.

Rating pemain Brasil

Tim kuda hitam Jepang yang banyak diunggulkan tampil solid di lini pertahanan pada babak pertama.

Mereka sukses meredam juara dunia lima kali, Brasil, bahkan unggul lebih dulu lewat tembakan jarak jauh Kaishū Sano memanfaatkan kesalahan penguasaan bola (possession) Brasil.Brasil tampil bingung dan tanpa inspirasi selama 45 menit pertama.

Namun, mereka bangkit di babak kedua berkat perubahan taktis (tactical tweak) Carlo Ancelotti yang meninggalkan estetika 'jogo bonito' demi fokus pada umpan silang (crossing) ke kotak penalti.

Ketangguhan Jepang mulai runtuh menghadapi gempuran Seleção. Gol penyeimbang (equalizer) dari Casemiro sebelum laga berjalan satu jam mengubah arah pertandingan.

Setelah itu, peluang demi peluang lahir, termasuk aksi individu luar biasa Vinicius Junior, meski momentum sempat tertahan mendekati akhir laga.

Momen penentu akhirnya tiba. Kombinasi di sisi kanan diakhiri umpan matang Bruno Guimarães kepada Gabriel Martinelli.

Dengan kontrol kaki yang prima, Martinelli melepaskan tembakan (finishing) yang sempat mengenai sarung tangan Zion Suzuki dan tiang gawang sebelum berbuah gol, memicu gemuruh pendukung Brasil di Stadion NRG.

Kekalahan tragis ini terasa akrab bagi Jepang di panggung besar, sementara Brasil melaju ke babak berikutnya untuk menghadapi Norwegia atau Pantai Gading.Rapuhnya Sisi Bertahan Seleção.

Kekhawatiran publik terhadap ambisi Brasil merengkuh trofi Piala Dunia keenam mereka kembali terbukti.

Sektor bek sayap (fullback) menjadi titik lemah, ditambah ketergantungan akut pada Casemiro sebagai gelandang bertahan (anchor/holding midfielder).

Dua kelemahan ini langsung dihukum oleh gol pembuka Jepang. Danilo, bek kanan (right-back) kawakan yang mulai menurun performanya, kehilangan bola dengan ceroboh.

Bola direbut Kaishū Sano, yang langsung melakukan akselerasi (drive) menembus lini tengah Brasil tanpa adangan berarti dari Casemiro selaku pemain nomor 5.

Sano dengan tenang menaklukkan Alisson untuk membawa Jepang memimpin.Meski laga ini menggarisbawahi keterbatasan skuad Brasil, hasil akhir menunjukkan mengapa Ancelotti tetap dijagokan untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia Brasil selama 24 tahun.

Raport & Rating Pemain Brasil (4-1-2-3)

GK: Alisson – 6.4 | Kebobolan oleh tembakan apik setelah dua laga clean sheet. Tampil agak gugup walau jarang diuji.

RB: Danilo – 6.2 | Performa bertahan yang buruk, meski distribusi umpan-umpannya di Houston cukup akurat.

CB: Marquinhos – 7.7 | Sang kapten bekerja keras menghalau serangan balik (counter-attack) cepat Jepang.

CB: Gabriel Magalhães – 8.4 | Melepaskan umpan matang untuk gol Casemiro. Tampil agresif membantu tekanan konstan Brasil.LB: Douglas Santos – 7.8 | Sempat kesulitan di babak pertama, ia rajin overlap di babak kedua guna membuka ruang bagi Vinicius Junior.

DM: Casemiro – 8.5 | Tampil buruk di babak pertama (kartu kuning dini dan salah umpan), namun bangkit menjadi senjata serangan utama pasca-jeda serta mencetak gol penyeimbang.

AM: Bruno Guimarães – 8.4 | Menjadi jembatan antar-lini, hampir mencetak gol lewat sundulan, dan mengemas assist mewah untuk gol kemenangan Martinelli.

AM: Lucas Paquetá – 7.1 | Mengalami masalah hamstring di awal laga dan kerap frustrasi karena minimnya pergerakan tanpa bola dari rekannya.RW: Rayan – 7.6 | Sempat terisolasi di awal, namun perlahan berkembang dan terlibat dalam proses gol kemenangan.ST: Matheus Cunha – 6.6 | Ruangnya ditutup rapat oleh blok pertahanan (defensive block) Jepang. Sempat ditarik agak mundur ke tengah saat Ancelotti mengubah taktik.LW: Vinicius Junior – 7.7 | Berulang kali merepotkan sisi kanan Jepang. Peluang emas solonya digagalkan penyelamatan gemilang Zion Suzuki.

Pemain Pengganti:SUB: Endrick (46') – 6.0 | Masuk menggantikan Paquetá. Minim peluang bersih namun menjadi tembok pemantul di kotak penalti.SUB: Gabriel Martinelli (66') – 7.4 | Menjadi pemecah kebuntuan lewat gol penentunya, menghindarkan Brasil dari babak perpanjangan waktu.

SUB: Fabinho (90') | N/A.SUB: Danilo Barbosa (90') | N/A.Cadangan tidak bermain: Ederson, Weverton, Bremer, Léo Pereira, Roger Ibañez, Éderson, Igor Thiago, Luiz Henrique, Neymar, Alex Sandro.Statistik PertandinganAtribut StatistikBrasilJepangPenguasaan Bola (Possession)69 persen31 % Harapan Gol (Expected Goals/xG)1.720.23Total Tembakan (Shots)195Tembakan Tepat Sasaran (Shots on Target)72Pemain Peluang Emas (Big Chances)40Akurasi Umpan (Passing Accuracy)92?%Pelanggaran (Fouls)413Tendangan Sudut (Corners)62

(Banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.