Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Siswa libur, MBG juga ikut libur.
MBG adalah singkatan dari Makan Bergizi Gratis yangmerupakan program prioritas nasional di Indonesia yang dicetuskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penelusuran Tribunmanado.com, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak memproduksi MBG selama masa liburan sekolah.
SPPG adalah dapur penyedia MBG yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada siswa.
Keberadaan SPPG juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sebagai relawan maupun tenaga operasional.
Bagaimana dengan para relawan?.
Seorang relawan bernama Dita asal Airmadidi, Minut, mengaku mencari pekerjaan sampingan.
Hal itu ia lakukan untuk membantu sang suami yang bekerja sebagai pekerja swasta.
"Saya kerja sampingan di sebuah perusahaan untuk bantu suami karena kami banyak cicilan," kata dia kepada Tribunmanado via telepon WA, Rabu (1/7/2026).
Di SPPG tempatnya bekerja di wilayah Kecamatan Airmadidi, Dita bertugas di bagian pengepakan.
Masuk kerja dini hari, ia beroleh upah Rp 150 ribu per hari.
"Uang itu saya gunakan untuk bayar cicilan," katanya.
Menurut dia, MBG bukan hanya berarti untuk anaknya.
Tapi juga untuk keluarga karena menyediakan lapangan kerja.
"Saya berharap SPPG bisa kembali beroperasi agar dia bisa bekerja untuk menopang ekonomi keluarga," katanya.
Lain halnya dengan Eni. Libur SPPG membuatnya kembali membuka warung makan.
"Terpaksa buka lagi agar ada uang masuk," katanya.
Dikatakannya hasil pendapatan sebagai relawan di SPPG terbilang lumayan.
Sehari dapat Rp 150 ribu, ia bisa menopang ekonomi keluarga.
Amatan tribunmanado.com, SPPG di Kelurahan Tumumpa Dua, Kota Manado, Rabu (1/7/2026) tak beroperasi.
Pintu gerbang tertutup.
Dua unit mobil yang biasanya membawa MBG ke sekolah parkir depan SPPG. "Iya memang masih libur," kata seorang warga setempat.
Suasana sebelas dua belas tampak di SPPG jalan Sarapung. (Art)